PADANG, METRO – Indeks kepuasan jamaah terhadap penyelenggaraan haji sudah mencapai angka 85, 23 persen untuk 2018. Namun capaian ini belum membuat Kementerian Agama puas, berbagai inovasi dan perbaikan terus dilakukan. Kemenag terus menyerap masukan dan ide melalui berbagai kegiatan direktif.
Hari ini, Selasa (11/12) Kanwil Kementerian Agama menggelar Jamarah (Jagong Masalah Haji dan Umrah) di Hotel Mercure Padang. Kabid Haji, Afrijal menyampaikan kegiatan ini dihadir kurang lebih 250 orang terdiri dari Kepala Kemenag dan Kasi Haji, KBIH, PPIU (travel umah) se Sumatera Barat, hadir juga sebagai peserta Mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang. Jamarah lebih mengedepankan diskusi dan menyerap aspirasi, dipandu host Dekan Fakultas Dakwah, Wakidul Kohar.
Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri sangat berterimakasih kepada H. M. Asli Chaidir, yang datang membuka Jamarah sekaligus narasumber bersama Dirjen PHU diwakili Kasubdit Asrama Haji, Haryanto. Disebutkan Kakanwil, Asli Chaidir sudah banyak berjuang untuk Kemenag terutama dalam pembangunan asrama haji. “Ke depan kita akan tetap berharap bapak Asli Chaidir masih memberi perhatian penuh untuk Kementerian Agama,” harapnya.
”Penyelenggaran haji tidak pernah sepi dari pemberitaan karena haji itu “seksi” dipandang dari sudut manapun, baik dari ekonomi maupun dari sisi sosial. Untuk itu dibutuhkan sinergitas, bahu membahu dan kerjasama dari semua pihak. Kami membutuhkan jihad pemikiran dan tenaga bapak ibu untu meningkatkan pelayanan haji,” pinta Kakanwil kepada jajaran Kemenag, Penyelenggara haji khusus dan umrah serta pengurus KBIH.
Dirjen PHU diwakili Kasubdit Asrama Haji, Haryanto menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap setelah Jamarah semua permasalahan menjadi clear dan terselesaikan, kesalahan diperbaiki. Sudah diselesaikan dan diperbaiki tapi masih kurang baik juga, itulah haji. Karena orang yang berangkat itu berbeda setiap tahunnya. Namun sampai saat ini, Kemenag telah melahirkan berbagai inovasi.
Sementara itu, anggota Komisi VIII DPR RI Asli Chaidir menceritakan pengalaman pertama naik haji tahun 1995, walupun 1 kamar 10 orang diatas kepala koper, kamar antri namun saat itu sangat indah dan nikmat rasanya. Karena ikhlas dan sabar, manasik hajinya juga mantap, begitu katanya mengawali arahan.
”Kita di Komisi VIII bersama Kementerian Agama betul-betul bekerja sama dan ingin jamaah haji mendapatkan kesan yang baik. Sehingga jamaah bisa meraih kemabruran haji, mendapatkan pelayanan yang terbaik. Untuk itu, kami mengapresiasi jajaran Kemenag mulai dari pusat hingga daerah yang telah bekerja maksimal dalam pelaksanaan haji,” tukasnya.
Berbicara masalah penyelenggaran haji tahun 2019, saat ini Kemenag bersama DPR RI sedang menyusun anggaran dan biaya perjalanan haji.
Kalau bisa biaya haji bisa dikurangi agar tidak memberatkan jamaah. Mudah-mudahan apa yang diputuskan nanti bisa diterima bersama.
Usai dibuka secara resmi, permasalahan dalam pelekasanaan haji yang dialami Kementerian Agama, penyelenggara haji khusus dan umrah diba has dalam dialog interaktif yang dipandu host, Wakidul Kohar, Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UiN Imam Bonjol Padang. (hsb/rel)





