SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Sulap FABA jadi Beton hingga Pupuk, Kementerian ESDM Apresiasi PLN

1
×

Sulap FABA jadi Beton hingga Pupuk, Kementerian ESDM Apresiasi PLN

Sebarkan artikel ini
MANFAATKAN LIMBAH PLTU— Memanfaatkan FABA atau limbah PLTU yang disulap menjadi batako dan pavingblok serta pupuk yang dilakukan PLN, diapresiasi Kementerian ESDM RI.

SAWAHLUNTO, METRO–Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ES­DM) mengapresiasi PT PLN (Persero) dalam men­dorong pemanfaatan material Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) atau limbah padat yang dihasilkan dari proses pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PL­TU). Inisiatif ini mampu mengubah limbah menjadi produktif dan bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM MP Dwi Nugroho dan Ko­ordinator Perlindungan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Bayu Nugroho menyatakan hal ini saat melakukan tinjauan lapangan pe­nge­lolaan FABA PLTU Ombilin di dua lokasi di Sawah­lunto, Sumatera Barat. Diketahui tumpukan FABA sejak 2016 sebanyak 720 ribu ton telah habis karena berhasil dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

“Beberapa tahun lalu, di lokasi tempat penampungan sementara ini masih terlihat tumpukan FABA yang menggunung, sangat banyak sekali. Namun hari ini sudah kosong, luar biasa sekali upaya yang telah dilakukan PLTU Ombilin dapat memanfaatkan FABA,” ujar Dwi.

Studi kasus di PLTU Ombilin ini juga berhasil membuktikan bahwa FA­BA memiliki beragam man­faat yang sangat berguna bagi lingkungan dan masyarakat. Seperti pada timbunan lokasi Tandikek yang sejak 2008 telah ditumbuhi tanaman dengan subur dan tidak me­nye­babkan gangguan kesehatan maupun lingkungan terhadap flora dan fauna.

Di samping itu, pada lokasi bekas tambang, terlihat bahwa FABA dapat dijadikan sebagai material backfilling dan sebagai penetral air asam tambang. Alhasil pada lokasi tersebut terlihat ada perbaikan terhadap bentang alam yang semakin pro­duktif untuk potensi konservasi dan penghijauan.

Manager Unit Pelaksana Pembangkitan (UPK) Ombilin, Shodiqin, menambahkan selain seba­gai penetralisir asam tam­bang, FABA juga telah dimanfaatkan sebagai bahan baku paving block, batako, beton dan pupuk sejak tahun 2021 seba­nyak 170 ton dengan menggandeng UMKM sekitar unit pembangkit dalam pemanfaatan produk-pro­duk FABA tersebut. Dimana, produk-produk dari limbah FABA ini telah diuji oleh laboratorium terakredi­tasi.

Melihat kualitas hasil olahan FABA yang sangat baik ini, PLN UPK Ombilin pun berinisiatif melakukan pelatihan sederhana pembuatan beton FABA dan plester FABA untuk selanjutnya dapat diberikan kepada masyarakat secara luas.

“PLTU Ombilin terus melakukan inovasi dalam pemanfaatan FABA agar menjadi nilai tambah. Beberapa waktu lalu, PLTU Ombilin telah menggandeng Polres-Polda di sekitar PLTU untuk diberikan pelatihan berupa manajemen pengelolaan FABA, pembuatan batako, pembuatan paving, pembuatan pupuk FABA dan pembuatan beton FABA,” imbuh Shodiqin.

Tak hanya di PLTU ­Om­bilin saja, PLN juga telah bekerja sama dengan Korps Pembinaan Masya­rakat (Korbinmas) Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Polri me­nga­dakan pelatihan pemanfaatan FABA serentak di 46 titik lokasi PLTU. Sepanjang 2021, PLN telah memanfaatkan sebanyak 1,1 juta ton FABA dengan rincian pemanfaatan internal sebanyak 91 ribu ton, dan eksternal sebanyak 932 ribu ton yang diwujudkan menjadi produk turunan FABA. (rel/pin)