LIMAUMANIH, METRO – KPU RI mengadakan Goes to Campus di Universitas Andalas, Senin (10/12). Kegiatan ini mengajak pemilih muda untuk aktif berpartisipasi dan menggunakan hak pilihnya dalam pilkada.
“Goes to Campus ini merupakan salah satu cara kami untuk melakukan sosialisasi dan melibatkan masyarakat aktif dalam pemilihan,” ujar Anggota KPU RI, Viryan Aziz dihadapan ratusan mahasiswa Unand.
Menurut Viryan, sosialisasi ini penting untuk anak muda karena mereka merupakan kelompok yang masih fresh, energik dan memiliki ide-ide baru. Untuk itu, Arief mengaku telah menyiapkan beberapa cara. Salah satunya, menyiapkan akses yang mudah untuk pemilih millenial.
Kemudian dalam paparannya kepada mahasiswa Unand pada kegiatan yang mengangkat materi, “Ada apa pada Pemilu 2019”, Viryan menyebutkan sebagai mahasiswa tentu punya impian untuk bisa sukses di kemudian hari. “Namun impian mahasiswa itu belum tentu bisa terwujud apabila para pejabat negara masih ada yang belum ingin melahirkan kebijakan-kebijakan yang prorakyat,” kata Viryan.
Ia menjelaskan, pemilu memang tidak bisa bangun jalan raya, bangun sekolah, bangun pasar dan bangun infrastruktur lainnya. Tapi dengan pemilu, dapat menentukan siapa orang yang akan menghasilkan kebijakan-kebijakan bagi pembangunan negara melalui sebuah proses politik.
“Jadi pembangunan itu bisa jalan bila politiknya juga berjalan dengan baik,” tukas Viryan.
Dia juga mengatakan, memang penting gerakan moral mahasiswa untuk kebaikan pembangunan. Yang jadi pertanyaan, sebut Virya, mau tidak kalau pemilu nanti tidak berkualitas, mau tidak pemimpin yang dipilih dalam pemilu nanti tidak amanah.
“Untuk itu, akan alangkah lebih baik para mahasiswa yang notabenenya pemilih milenial ikut berperan aktif yang dimulai dari diri sendiri, saat ini dengan menjadi pemilih yang berkualitas, sehingga nantinya hasil pemilu juga berkualitas,” imbau Viryan lagi.
Ditambahkannya, proses pemilihan hanya berlangsung selama enam jam yakni dari pukul 07.00-13.00 WIB. Meski hanya beberapa jam, namun nasib daerah ditetapkan untuk lima tahun ke depan.
“Untuk itu, kita harus memilih pemilih yang baik menurut pilihan kita dengan menggunakan hak pilihnya,” tutupnya. (heu)





