RIAU, METRO–Akselerasi sertifikasi demi penyelamatan aset negara, Kantor Wilayah Badan Pertahanan Nasional (Kanwil BPN) Provinsi Riau bersama PLN Group Riau gelar rapat “Konsinyering Penyelesaiaan Kegiatan Sertifikasi Aset Ketenagalistrikan Milik PT PLN (Persero) di Wilayah Provinsi Riau” di Hotel Pangeran.
Turut hadir pada acara tersebut, Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, M. Syahrir bersama Kepala BPN Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR), Agung Murdifi, jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP SUMBAGTENG) dan jajaran manajemen PT PLN (Persero) Unit Induk Penyaluran dan Pusat Pengatur Beban Sumatera (UIP3BS).
Agung Murdifi mengungkapkan pertemuan ini untuk membahas strategi percepatan sertifikasi yang menjadi target PLN bersama BPN di tahun 2022.
“Sebanyak 1.050 persil objek vital aset negara yang dikelola PLN harus segera disertifikasi dalam tahun 2022 ini” ungkap Agung.
Target sertifikasi dari beberapa unit PLN di Provinsi Riau diantaranya UIP SUMBAGTENG sebanyak 761 persil, UIP SUMBAGUT sebanyak 60 persil, UIP3B SUMATERA sebanyak 218 persil, UIWRKR sebanyak 4 persil dan UIK SUMBAGUT sebanyak 7 persil. Agung memberikan apresiasi atas sertifikasi yang dilakukan bersama BPN dan PLN.
“Hasil sinergitas dari perjanjian kerjasama sepanjang tahun 2021 adalah telah terbit Sertifikat Hak Guna Bangunan sebanyak 1.305 Sertifikat pada pada Wilayah Kerja Badan Pertanahan Nasional Provinsi Riau” ucap Agung.
Kepala Kanwil BPN Provinsi Riau, M. Syahrir berharap dari pertemuan ini dapat menghasilkan solusi atas percepatan sertifikasi aset negara. “Saat ini sebanyak 218 persil bidang tanah dari total 1.050 persil bidang tanah yang ditargetkan terbit serifikatnya sedang berproses di Kantor BPN di wilayah Provinsi Riau. Terhadap persil tanah yang masih terdapat hambatan, kendala dan masalah (HKM), diharapkan pada kegiatan ini ditemukan solusinya agar pelaksanaan sertifikasi proyek strategis nasional ini cepat selesai” ujar Syahrir. (ade)






