PAYAKUMBUH/50 KOTA

Tingkatkan Kualitas SDM, Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Adat

0
×

Tingkatkan Kualitas SDM, Pemko Payakumbuh Gelar Pelatihan Adat

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Peserta pelatihan adat budaya tampak berfoto bersama sebelum mengikuti pelatihan.

TIAKAR, METRO–Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakili Asisten I Dafrul Pasi membuka secara resmi kegiatan pelatihan adat Kota Payakumbuh di GOR M. Yamin Kelurahan Tia­kar, Kecamatan Payakumbuh Timur, Senin (6/6). Kegiatan pelatihan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Kadis Parpora, Kadis Kominfo, Kadis DP3AP2KB, Kabag Kesra, Ketua LKA­AM, Ketua Bundo Kanduang kota Payakumbuh, Ketua KAN dan Bundo Kanduang Nagari se-Kota Payakumbuh serta tamu undangan lainnya.

Asisten I Dafrul Pasi mengatakan, pelatihan adat merupakan suatu kegiatan adat budaya yang dilaksanakan untuk seluruh nagari yang ada di Payakumbuh. Dengan tujuan akhir bisa me­ning­katkan kualitas SDM disegi kebudayaan, serta untuk pelestarian adat dan budaya di Payakumbuh. “Alhamdulillah, tahun ini bisa kita laksanakan lagi. Setelah dua tahun belakangan ini fakum akibat pandemi covid-19,” kata Asisten I Dafrul Pasi.

Selain itu Dafrul juga berpesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan serius. Supaya apa yang disampaikan oleh narasumber dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Peringati HPSN, ASN Pemko Tanam Pohon

“Harapan kita tentu sehabis ini apa yang didapat disini bisa juga dite­ruskan kepada anak kemenakan kita, untuk terus menjalankan norma-norma adat dalam keseharia­annya,” ucapnya.

“Dan untuk generasi muda khususnya, harus bisa melestarikan dan menjaga adat budaya kita agar tetap bertahan dan selalu terjaga kemurnia­anya,” tukuknya.

Sementara itu Kadis Parpora Kota Payakumbuh Desmon Korina me­nyebut bahwa pelatihan adat tersebut akan diikuti oleh 150 orang peserta yang dibagi kedalam tiga gelombang. Dan setiap gelombangnya akan dilaksanakan selama tiga hari. “Untuk gelombang I diikuti oleh Niniak Mamak di 10 Nagari Payakumbuh. Ge­lombang II diikuti oleh Bundo Kandung 10 Nagari, dan Gelombang III nya diikuti oleh Rang Mudo dan Puti Bungsu Nagari se-Kota Payakumbuh,” terangnya.

“Dan setiap ge­lom­bang­nya akan diikuti oleh 50 orang peserta. Dimulai hari ini sampai tgl 22 Juni mendatang,” tambahnya.

Di kesempatan itu ju­ga, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan De­nura mengharapkan kedepannya kegiatan pelatihan adat dan budaya ini bisa dilaksankan disetiap kelurahan atau di masing-masing nagari. “Dengan begitu peserta yang me­ngikutinya tentu bisa lebih banyak dari hari ini. Dan ilmu yang disampaiakan narasumber bisa lebih tersampaikan kepada ma­sing-masing peserta,” ha­rapnya.

Baca Juga  Tiga Kepala Dinas, Dua Camat Dilantik Wali Kota Riza Falepi

Lebih lanjut dia me­nyebut, “Kami di DPRD juga sangat mendukung kegiatan yang dilaksa­nkan Disparpora. Dengan ke­­giatan ini tentu kearifan lo­kal kita bisa terus dilestari­kan sampai masa yang akan datang,” lanjutnya.

Dari sisi LKAAM dan Bundo Kanduang, disampaikan Plt. Ketua LKAAM Kota Payakumbuh Hendri Donal Dt. Paduko Rajo Nan Bagonjong, sangat mengapresiasi dan me­nyokong kegiatan yang difasilitasi oleh Pemko Payakumbuh melalui Dis­par­pora tersebut. “Kita di LKAAM dan Bundo Kan­duang sangat mensuport sekali kegiatan ini. Sebab dengan ini para generasi muda kita nantinya bisa terus menjaga budaya lokal. Jangan sampai ter­kon­taminasi oleh budaya luar. Makanya kita berterimakasih sekali kepada Pemko Payakumbuh,” pung­­kasnya. (uus)