PAYAKUMBUH/50 KOTA

60 Orang Tuo-tuo Silek Tradisi Berkumpul di Balai Kaliki, Silek Tradisi tak Diminati lagi, Supardi Ajak Guru-guru Turun Gelanggang

0
×

60 Orang Tuo-tuo Silek Tradisi Berkumpul di Balai Kaliki, Silek Tradisi tak Diminati lagi, Supardi Ajak Guru-guru Turun Gelanggang

Sebarkan artikel ini
PAPARKAN— Ketua DPRD Sumbar, Supardi, saat memaparkan berbagai kegiatan Silek di Payakumbuh.

PAYAKUMBUH, METRO–Kekhawatiran Ketua DPRD Sumatera Barat, Supardi, terhadap mulai hilangnya jati diri orang minang yaitu pandai basi­lek, tidak hanya sekedar pepesan kosong. Buktinya kini minat generasi muda minangkabau untuk belajar Silek tradisi, sudah tak tampak lagi. Bahkan Silek tradisi sudah seperti ba­rang kuno. Ditambah, pres­tasi cabang olahraga pencak Silat pada helat Pekan Olahraga Nasional XX ta­hun 2021 lalu di Papua, dikatakan Supardi, hasilnya mengecewakan dan belum mampu membuat ranah minangkabau bangga. Padahal bumi ranah minang merupakan rumah para guru-guru Silek di Indonesia bahkan sampai keluar negeri.  “Pasca PON di Papua, hasilnya me­nge­ce­wakan. Karena as­ba­bun nuzul Silek itu ada di ranah minang, pesilat di luar negeri dan di tanah rantau mengakui belajar Silek di ranah minang,” sebut Ketua DPRD Sumbar, Supardi, Jumat (3/6), kepada wartawan di Ka­fe Agam Jua, menjelang kegiatan musyawa­rah tuo Silek dengan tema ‘Upaya Meletakkan Kem­bali Silek Sebagai The Way Of Life” di kampung adat Balai Kaliki, Kenagarian Koto Ga­dang, Kota Payakumbuh, selama Dua hari 4-6 Juni 2022.

Baca Juga  KZN Pa­yakumbuh Sebar Ratusan Sembako Harga Murah

Supardi, yang juga putra Payakumbuh ini mengharapkan dengan pertemuan tuo-tuo Silek selama Dua hari, akan lahir rekomendasi, solusi yang dapat membuat generasi mu­da minangkabau kem­bali berminat untuk belajar dan pandai basilek. Untuk itu, dirinya mengajak para guru-guru Silek tradisional untuk mau turun gunung.  “Harapan kita dengan adanya mu­sya­warah tuo Silek, dapat melahirkan rekomendasi mengajak guru-guru Silek tradisi turun gunung. Karena Silek tradisi sudah tak diminati lagi,” sebut Supardi, dida­mpingi Kepala UPTD Ta­man Budaya Sumbar, Hendri Fauzan, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Desmon Co­­rina, dihadapan awak media.

Supardi yang juga Ketua IPSI Sumbar, mengakui kesulitan karena tidak punya datang yang valid terdahap tuo-tuo Silek yang ada di ranah minang. Meski demikian, minimal dengan adanya 60 orang tuo-tuo Silek yang punya komitmen terus menerus untuk mengajarkan Silek kepada generasi muda, dan memiliki surau tempat belajar, dan punya perguruan, dapat melahirkan sesuatu yang baru sehingga Silek bisa menduni.  “Kita berharap melalui musyawarah tuo-tuo Silek ini, Silek kem­bali menjadi pembentuk karakter bagi masyarakat minang. Ini penting karena sejauh ini masyarakat minang telah terlalu terbuai oleh model-model hidup dan pembentukan karekter yang datang dari luar. Ha­rus­nya, dunia luar yang di­perkenalkan dengan Si­lek yang merupakan pro­duk masyarakat minang. Semoga bisa menghasilkan program yang pas,” harapnya.

Baca Juga  Jaga Produksi di Tengah Corona, Wali Kota Panen Padi

Heru Joni Putra, yang merupakan fasilitator mu­syawarah tuo Silek me­ngata­kan, dalam musya­warah tuo Silek nanti, akan dirumuskan juga beberapa program untuk mendukung upaya menduniakan Silek. Disana akan dirembukkan cara agar pengetahuan mengenai Silek dapat dikemas dalam berbagai bentuk, seperti koreografi, film, seni pertunjukan, serta publikasi ilmiah linstas disiplin. “Lewat medium-medium ter­se­but, Silek akan dipromo­sikan ke-khalayak luas,” harapnya.  Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Sumbar, Hendri Fauzan menyebut, selain mu­sya­warah tuo Silek, juga akan menggelar Galanggang Silek tradisi di Agam Juo Caffe, Payakumbuh pa­da 11-13 Juni 2022. “Ivent ini akan diisi oleh beberapa sasaran Silek tra­disi dengan aliran masing-masing, serta berba­gai seni pertunjukan yang berhubungan dengan Si­lek,” sebutnya. (uus)