METRO SUMBAR

Miris, Angka Penyalagunaan Narkotika di Pessel Cukup Tinggi, Perlu sekali BNK

0
×

Miris, Angka Penyalagunaan Narkotika di Pessel Cukup Tinggi, Perlu sekali BNK

Sebarkan artikel ini

PESSEL, METRO--Berdasarkan data dari Satuan Narkoba Polres Pesisir Selatan dari bulan Januari – Mei tahun 2022, perkara Narkotika di wilayah Hukum Polres Pesisir Selatan mengalami peningkatan dari tahun 2021.

Kapolres Pesisir Selatan AKBP. Sri Wibowo, S.I.K, MH melalui Kasat Narkoba Polres Pessel AKP. Hidup Mulia, SH pada Pos Metro diruang kerjanya mengatakan, melihat geografis wilayah di Kabupaten Pesisir Selatan cukup luas dan memanjang. Ada 15 Kecamatan dan 182 Nagari, di tambah lagi Kabupaten Pesisir Selatan menjadi jalur perlintasan pertemuan tiga Kabupaten, yaitu Kabupaten Kerinci, Kabupaten Muko – Muko dan Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

” Tentu hal tersebut harus menjadi perhatian serius bagi kita bersama dalam rangka mengantisipasi peredaran narkotika di wilayah Hukum Polres Pesisir Selatan, “kata AKP. Hidup Mulia, SH. Selasa (31/5/2022).

Lebih lanjut Kasat Narkoba Polres Pessel, langkah telah kita lakukan dari Satnarkoba Polres Pessel, baik Promotif, Preventif, Kuratif dan Rehabilitasi. Namun itu semua tidak akan berjalan optimal, tanpa peran aktif dukungan dari lapisan masyarakat itu sendiri.

Data yang ada di Satnarkoba Polres Pessel, pada tahun 2021 tahun 2021 ada 23 pelaku penyalagunaan narkotika, sedangkan tahun 2022 terhitung dari bulan Januari – Mei ada 20 laporan, jumlah tersangka 27 orang, sementara 60 % di dominasi kalangan remaja. Untuk pengguna Narkotika jenis sabu – sabu 70 % di antaranya pengguna dan pengedar.

Kedepan. Harapan Satnarkona Polres Pessel, dan lapisan masyarakat mendorong keikutan sertaan pemerintah daerah untuk mendirikan Kantor Badan Penangulangan Narkotika ( BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan.

” Keberadaan BNK di daerah bisa saling bersinergi bersama Satnarkoba Polres Pessel untuk bersama – sama memberantas perderan Narkotika di Kabupaten Pesisir Selatan,” ungkapnya.

Sementara Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Badan Kesbangpol) Sumbar Dr. Jefrinal Arifin dalam acara sosialiasi bahaya narkoba dan Pemberantas dan Penyalagunaan P4GN di adakan di Hannah Hotel Syariah beberapa minggu yang lalu, Kesbangpol Provinsi Sumatera Barat sangat mendukung jika berdiri Badan Penangulangan Narkotika ( BNK) di Kabupaten Pesisir Selatan.

” Ya, jika perlu di Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat berdiri BNK. Jadi kita dari Kesbangpol sangat mendukung, ” harap Jefri.

Sedangkan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik ( Badan Kesbangpol), Kabupaten Pessel Hardi Darma Putra, SH, M.Si menyampaikan, penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Pesisir Selatan sangat mengkhawatirkan, sehubungan dengan keterbatasan dana APBD kabupaten kita masih bisa melaksanakan sosialisasi P4GN, yang melibatkan sebanyak 4 angkatan dengan jumlah peserta setiap angkatan 100 orang yang sumber dananya dari APBD Propinsi Sumatera Barat ( dana pokok pokok pikiran Anggota DPRD ) Bakri Bakar, SH.

Terkait tentang BNK, kita masih menunggu petunjuk dari Menpan RB, apabila ada peluang untuk pembentukan BNK, kita siap untuk mengajukan ke DPRD Kabupaten Pesisir Selatan. Untuk di Kabupaten Pesisir Selatan sendiri, telah berdiri Institusi Penerimaan Wajib Lapor ( IPWL), yang memberikan pelayanan rehabilitasi pecandu ataupun pemakai narkoba, khususnya di kalangan remaja. ( Rio)