SOLOK/SOLSEL

Empat Kerbau Terindikasi Terinfeksi PMK di Solsel

0
×

Empat Kerbau Terindikasi Terinfeksi PMK di Solsel

Sebarkan artikel ini
CEK KESEHATAN HEWAN— Petugas medis veteriner dan para medis Distan turun ke lapangan untuk menangani suspek PMK terhadap ternak kerbau masyarakat.

SOLSEL, METRO–Menindaklanjuti laporan pertanak di Jorong Koto Rambah Nagari Lubuk Gadang Utara medis ve­teriner dan para medis pada Dinas Pertanian langsung turun ke lapangan untuk menangani suspek Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Selasa (24/5). Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Irwan Supriadi me­ngatakan, dari gejala yang ditemukan petugas, seba­nyak empat ekor kerbau terindikasi menderita pe­nyakit mulut dan kuku di Jorong Koto Rambah Kecamatan Sangir.

“Gejala yang ditemukan pada hewan tersebut, hewan ternak sedang deman, suhu tubuh mencapai 41 derjad, blister di mulut bahkan sampai melepuh, air liur yang berlebih dan menggantung pada mulut hewan ternak,” kata Irwan.

Selain itu, juga ditemukan luka pada bagian kuku, dalam kondisi akut pada hewan ternak, dapat me­nyebabkan kuku terkelupas, sehingga menyebabkan hewan dalam kondisi pincang.

Baca Juga  Pemko Solok Terima Penilaian dari Ombudsman, Ke Depan Pelayanan Publik harus Diperbaiki

Untuk mengatasi pe­nyakit tersebut, dokter hewan telah memberikan pengobatan berupa pemberian vitamin untuk me­ningkatkan imun tubuh hewan. “Pada lokasi kandang juga telah diberikan disinfektan,” sebut Irwan.

Mengantisipasi penularan kepada hewan ternak lain, hewan ternak yang telah terindikasi menderita PMK telah diisolasi dan telah diingatkan kepada peternak. Sementara itu, penyebaran virus melalui udara atau menempel pa­da baju petugas, baju pelindung petugas juga telah dimusnahkan.

Salah satu dampak dari penyakit mulut dan kuku, adalah penurunan produktivitas dan kesuburan pada hewan. Sementara itu, ting­kat kematian pada hewan dewasa yang menderita PMK sekitar 5  persen, sementara pada anak hewan ternak mencapai 20 per­sen.

Selama terjadinya pe­nyakit mulut dan kuku, telah ditemukan 40 kasus hewan ternak menderita PMK di Solok Selatan.  Berdasarkan hasil laboratorium Balai Veteriner Bukittinggi, sampel yang dikirim dan telah diperiksa sebanyak 2 sampel hewan dari 9 ekor hewan ternak di Dae­rah Sungai Lambai Nagari Lubuk Gadang Selatan. Hasilnya kedua sampel yang dikirim tersebut positif menderita PMK, dan 7 hewan lainnya juga mengalami gejala yang sama.

Baca Juga  Dasawisma Kamboja IV Siap Dinilai TP PKK Sumatera Barat

Jika ada masyarakat Solok Selatan yang memelihara ternak sapi, kerbau atau kambing yang menunjukan gejala-gejala menderita penyakit mulut dan kuku, dapat menghubungi 3 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Solok Selatan, yang bertempat di Pekan Selasa Kecamatan Pauh Duo, Puskeswan Sangir dan Puskeswan Sungai Gadiang Kecamatan Sangir Ba­lai Janggo. Atau dapat meng­­hubungi penyuluh per­tanian terdekat dan me­lalui hotline Dinas Pertanian Solok Selatan (rel/jes)