METRO SUMBAR

Bentengi Generasi dari Ancaman Budaya Luar

0
×

Bentengi Generasi dari Ancaman Budaya Luar

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA— Wawako Padangpanjang Asrul foto bersama saat mengajak OBK Padangpanjang ikut ambil peran mengembalikan budaya kembali ke Surau.

Berkiprah melestarikan adat dan budaya Minangkabau, Wakil Walikota Padangpanjang Asrul  menilai Organisasi Bundo Kanduang (OBK) di Kota Padangpanjang berhasil membentengi generasi milenial dari pengaruh budaya luar.  Hal tersebut diungkapkan Wawako Asrul pada kegiatan silaturahmi dan halal bihalal Bundo kanduang Nagari Gunuang, Nagari Bukit Surungan dan Nagari Lareh Nan Panjang, Kamis (26/6) di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minang­kabau (PDIKM).

“Bundo Kanduang juga telah banyak memberikan sumbangsih positif dan berharga dalam mendukung kesuksesan pembangunan dan kemajuan Kota Padangpanjang,” kata Asrul..

Lebih lanjut, Wawako Asrul berharap Bundo Kanduang bisa membentengi  generasi milenial tidak terkontaminasi budaya luar. “Pengaruh arus globalisasi telah memudarkan budaya dan tradisi adat Minangkabau. Hal ini tantangan bagi Bundo Kanduang membentengi ge­nerasi milenial agar tidak ter­kontaminasi oleh budaya luar,” kata Asrul.

Di samping itu, Asrul me­ngajak seluruh Bundo Kanduang saling bergandengan dengan organisasi lainnya, membina dan mengarahkan generasi muda kembali ke surau serta mencintai adat dan budaya Minangkabau.

Bundo Kanduang, sebut Wa­wako Asrul, diibaratkan sebagai Limpapeh Rumah Nan Gadang yang bertanggung jawab dalam keluarga. Lalu, “Amban Puruak Pegangan Kunci, Amban Puruak Aluang Bunian” yaitu mampu menyelesaikan persoalan rumah tangga dan persoalan lainnya.

Selanjutnya, diibaratkan “Pusek Jalo Kumpulan Tali” yang mampu menghimpun keluarga besar. Kemudian, “Su­marak dalam Nagari” dengan makna penjaga adat dan budaya dalam suatu peradaban manusia.

Ketua Bundo Kanduang Kota Padangpanjang, Reflida me­nyampaikan  organisasi tersebut siap bersinergi dengan Pem­ko membangun kota. “Kami siap membangun Kota Padangpanjang dari segi penguatan adat dan budaya,” tutur Reflida.

Adapun silaturahmi tiga nagari tersebut merupakan yang pertama kali digelar. Turut ha­dir Ketua Bundo Kanduang Nagari Gunuang, dr. Faizah, Ketua Bundo Kanduang Nagari Bukit Surungan, Nefertiti dan Ketua Bundo Kanduang Nagari Koto Nan Panjang, Rosnidar. (rmd)