DHARMASRAYA, METRO–Tradisi Bakawua Adat ke makam Urang Gadang Nagari Dikabau menjadi tradisi turun temurun yang terus dilestarikan oleh anak cucu kemenakan kaum se Nagari Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan yang berlangsung di Jorong Sungai Sonsang, Nagari Sikabau ini dihadiri langsung oleh Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Darisman, Selasa (24/5).
Penghulu Suku Piliang yang juga Ketua Koperasi Sawit Pusako Ninik Mamak Nagari Sikabau Herianto Dt Mandaro dalam sambutannya menyampaikan bahwa tradisi Bakawua Adat ini merupakan kegiatan tahunan dalam rangka melestarikan adat dan kebudayaan minangkabau serta menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak nagari dalam mewujudkan pembangunan nagari yang berbudaya. “Kegiatan ini merupakan tradisi kita dari minangkabau yang merupakan salah satu warisan orang- orang tua kita terdahulu. Tentunya tradisi ini wajib kita lestarikan agar tidak punah digerus kemajuan zaman,” ujarnya.
Herianto menambahkan, kegiatan ini merupakan salah satu cara melestarikan adat dan budaya. Ini bakal menjadi acuan di masa mendatang bagi anak keturunan warga Nagari Sikabau di masa mendatang. “Melestarikan budaya adalah suatu keniscayaan, karena budaya adalah identitas kita,” ungkapnya
Kemudian Herianto Dt Mandaro, adat dan budaya minangkabau adalah salah satu warisan dari nenek moyang yang tak ternilai harganya. Adat dan budaya minangkabau juga merupakan identitas orang Sumbar yang memiliki ciri khas yang berbeda dari daerah lain. “Melestarikan adat dan budaya minangkabau merupakan tanggungjawab kita. Kalau bukan kita siapa lagi. Kegiatan alek nagari ini adalah salah satu cara menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap adat dan budaya kita kepada anak cucu kemenakan,” terang Dt Mandaro.
Lanjut Dt Mandaro, kegiatan Bakawua Adat akan dilanjutkan dengan alek nagari yang bakal dihadiri oleh Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan dan unsur pemerintahan lainnya. “Dalam kegiatan alek nagari juga bakal dilaksanakan peresmian kantor baru Koperasi Sawit Pusako Niniak Mamak Sikabau,” pungkasnya
Sementara itu, H.M Yasin Dt Rajo Mangkuto didampingi Jamhur Dt Jati selalu Orang Tua Nagari menyebutkan, bakawua alek nagari ini sudah dilaksanakan sejak zaman kolonial Belanda, namun rutin dilaksanakan secara turun temurun sejak tahun 1950 lalu. “Alhamdulillah hingga saat ini tetap lestari agar tidak tergerus akibat adanya perkembangan zaman. Tentunya untuk di Nagari Sikabau kami terus memperkokoh dan melestarian adat budaya kita minangkabau,” terang H.M Yasin Dt Rajo Mangkuto didampingi Jamhur Dt Jati.
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan yang diwakili oleh Kadis Pertanian Darisman menyampaikan permohonan maaf atas berhalangannya Bupati karena ada agenda APKASI di Lampung. Kepala Dinas Pertanian Darisman menyebutkan acara Bakawua menjadi bukti kebersamaan, kekompakan anak Nagari, ninik mamak, bundo kanduang, pemuda pemudi dan jajaran pemerintahan Nagari serta kecamatan telah terjalin dengan baik. “Kekompakan ini mampu menyukseskan acara Bakawua yang rutin di gelar setiap tahunnya. Ini menjadi bukti bahwa jika dikerjakan secara bersama-sama acara besar akan sukses dilaksanakan, “ ujar Kepala Dinas Pertanian Darisman dalam sambutannya pada acara Bakawua Adat Nagari Sikabau Selasa (24/5).
Darisman menegaskan bahwa dengan digelarnya kegiatan Bakawua ini menjadi bukti juga bahwa perekonomian masyarakat Nagari Sikabau sudah mulai pulih. “Kedepannya kita harapkan, pasca pandemi ini geliat ekonomi masyarakat terus membaik, “ harapnya (gus)






