SOLOK, METRO–Tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Kota Solok capai angka 2, 8 persen. Untuk tahun 2022, Kota Solok kembali menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah di kisaran angka 5 persen. Wakil Wali Kota Solok, Ramadhani mengungkapkan, sebelum pademi, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kota Solok selalu berada di angka 5,5-5,8 persen. Dan angka itu berada diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional “Dan tahun 2021 tanda-tanda kebangkitan perekonomian telah bangkit. Setidaknya sudah banyak kelonggaran aktifitas masyarakat yang mendongkrak kegiatan ekonomi,” ujar Ramadhani.
Menurutnya, pada periode 2021-2024, Kota Solok harus bangkit dari pandemi Covid-19. Dan salah satu targetnya yakni pertumbuhan ekonomi kembali normal. Dalam tahun 2020 pertumbuhan ekonomi hanya 1 persen dan tahun 2022 melonjak drastis hingga 2,8 persen, itu merupakan capaian yang sangat krusial bagi Kota Solok.
Tak hanya itu, Ramadhani juga menyebut penurunan PDRB juga cukup menjelaskan pergerakan perekonomian Kota Solok tahum 2020 sangat terpukul akibat pandemi. Namun pada 2021 kondisi sudah mulai membaik. “Maka itu, tahun 2022 merupakan titik vital dalam pemulihan perekonomian masyarakat ke level sebelum pandemi,” tambah Ramadhani.
Saat ini lanjutnya, yang dilakukan Pemko Solok yakni, setiap aktivitas pembangunan infrastruktur ini merupakan upaya dalam mendorong sektor ekonomi untuk bangkit dari pandemi, hingga memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi. Lapangan usaha berbasis perdagangan besar ataupun UMKM memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi kota Solok. Apalagi Kota Solok berada dalam jalur strategis, dan menuju kota perdagangan, jasa, serta pendidikan yang maju dan modern.
Atas dasar kondisi itu mengapa UMKM sangat penting bagi perkembangan Kota Solok, maka dari itu potensi unggulan seperti industri kerajinan perlu ditonjolkan. Pemko Solok mendukung penuh pengembangan usaha-usaha kreatif dan inovatif masyarakat, peluang usaha sangat banyak, sehingga bisa mendorong perekonomian masyarakat kota Solok.
Pemerintah Kota Solok siapkan beberapa program untuk membangkitkan kembali Industri Kecil Menengah (IKM) yang sangat terpukul akibat pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan sebagian besar sektor ekonomi tak berjalan dan bahkan banyak usaha kecil pada akhirnya gulung tikar. Menurutnya, melihat kondisi seperti ini, Pemko Solik tidak bisa tinggal diam dan akan terus berupaya agar perekonomian terus berjalan.
Apalagi di Kota Solok IKM jumlahnya sangat besar, dan mampu menyerap banyak tenaga kerja yang terlibat baik langsung maupun tidak langsung. “Berbagai langkah strategis telah disiapkan agar sektor IKM di Kota Solok bisa menjalankan usahanya dengan baik. Sebab, pelaku IKM merupakan mayoritas dari populasi industri di Kota Solok,” tambah nya.
Adapun, dalam meringankan beban IKM selama pandemi, Pemko Solok sudah beberapa menyalurkan bantuan modal bagi IKM agar tetap bertahan, dan terus menopang perekonomian masyarakat. Ia kemudian juga mengajak pelaku IKM Kota Solok agar terus berinovasi dan menyesuaikan dengan situasi saat ini dan tetap terbuka menerima masukan dan pembinaan untuk penguatan dalam membangkitkan IKM. (vko)





