AGAM/BUKITTINGGI

TP PKK A­gam Sosialisasi PAAREDI ke Anak Didik, Cegah Pelecehan Seksual dan Pengaruh Narkoba

0
×

TP PKK A­gam Sosialisasi PAAREDI ke Anak Didik, Cegah Pelecehan Seksual dan Pengaruh Narkoba

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI—PKK Pemkab Agam menggelar sosialisasi dan penyuluhan Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), bagi anak didik SDN 63 Surabayo dan SMPN 3 Lubuk Basung.

AGAM, METRO–TP PKK Kabupaten A­gam gelar sosialisasi dan penyuluhan Pola Asuh A­nak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI), bagi anak didik SDN 63 Surabayo dan SMPN 3 Lubuk Basung, Sabtu (21/5). Sosialisasi dengan menghadirkan na­ra­sumber dari Polri dan Dinas Dalduk KB PP dan PA ini dibuka Ketua TP-PKK Agam, Ny Yennita Andri Warman.

Turut dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Agam, Ny Titik Irwan Fikri, Sekretaris TP-PKK Agam, Ny El Edi Busti beserta beberapa pengurus TP-PPK Agam, Ketua PKK Nagari Lubuk Basung, Ny Ernis Darma Ira Putra dan kepala se­kolah.

Pada kesempatan itu, Ny Yennita Andri Warman menyebutkan bahwasanya PAAREDI ini salah satu program prioritas PKK di bidang Pokja I, bahkan sudah ditetapkan sejak dari pusat. “PAAREDI a­dalah untuk merubah ka­rakter anak dan remaja ke arah lebih baik, sesuai tuntunan di era digital saat ini,” ujar Ny Yennita.

Menurutnya, PAAREDI ini dapat mencegah ke­kerasan dalam rumah tang­­ga, pembinaan kesadaran bela negara, pencegahan kejahatan seksual terhadap anak dan banyak lainnya. Dengan begitu, ia mengajak kepala sekolah dan tenaga pendidik, untuk bersama-sama mencegah anak-anak agar tidak terlibat narkoba, begitu juga dengan kekerasan seksual.

“Sebab anak didik saat ini adalah harapan bangsa dan keluarga, yang harus dijaga masa depannya a­gar menjadi orang yang berkarakter dan sukses,” sebut Ny. Yennita.

Sementara itu, salah seorang narasumber yaitu Waka Polsek Lubuk Basung, IPDA Jhoni Djabar menyebutkan, pergaulan anak memang harus jadi perhatian bersama, baik dari orang tua, pihak sekolah dan unsur lainnya.

Karena katanya, de­ngan kurang kontrolnya pergaulan anak mereka akan mudah terpengaruh seperti merokok, yang nan­­tinya bisa saja mengarah ke narkoba bahkan pelecehan seksual.Begitu juga dengan pengaruh gad­­get, bahkan katanya bahayanya bisa dikatakan lebih parah dibanding me­rokok.

“Kenapa tidak, pelecehan seksual banyak bera­wal dari gadget melalui media sosial, ini perlu kontrol yang lebih maksimal lagi pada anak-anak kita,” ujar waka polsek.

Untuk itu, diimbau anak di­­dik dan remaja agar melaporkan apabila terjadi atau alami pelecehan, karena akan merusak masa depan untuk jadi anak berguna bagi bangsa (pry)