SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Pada Tahun 2021, 12,8 Persen Masyarakat Kota Randang Menderita Hipertensi

2
×

Pada Tahun 2021, 12,8 Persen Masyarakat Kota Randang Menderita Hipertensi

Sebarkan artikel ini
LAUNCHING— Dinas Kesehatan melaunching gerakan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam rangka memperingati Hari Hipertensi Sedunia di Balai Kota Payakumbuh.

PAHLAWAN, METRO–Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Kesehatan melaunching gerakan deteksi dini faktor risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) dalam rang­ka memperingati Hari Hipertensi Sedunia di Balai Kota Payakumbuh, Jumat (20/5). Kegiatan ini diawali pada seluruh kepala OPD dan jajaran ASN di lingkungan Kota Payakumbuh melakukan pemeriksaan antropometri, pengukuran tekanan da­rah, gula darah dan kolesterol. Tema global Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2022 adalah: “Measure Your Blood Pressure: Control it, Live Longer”. Sejalan dengan tema global, tema nasional Hari Hipertensi Sedunia Tahun 2022 Indonesia: “Cegah dan Kendalikan Hipertensi Untuk Hidup Sehat Lebih Lama”.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Yuneri Yunirman menyampaikan usai dilaunching selanjutnya akan diteruskan oleh masing Puskesmas se-Kota Payakumbuh dengan melaksanakan pemeriksaan ini ke masing-masing OPD, dengan jadwal sesuai kesepakatan antara Pus­kes­mas dengan OPD yang ada. “Diharapkan seluruh rangkaian kegiatan ini dapat dilaksanakan dan diko­la­bo­rasikan dengan kuat antara pemerintah, swasta, organisasi profesi, dan masya­rakat, sehingga kita dapat menurunkan angka ke­ca­catan dan kematian aki­bat PTM, khususnya akibat Hipertensi,” kata Yu­neri.

Yuneri menambahkan, Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab kematian dan kecacatan terbesar di Indonesia. Pa­da­hal sebenarnya, hal ini dapat dicegah dengan me­la­kukan skrining risiko PTM sejak dini dan menerapkan gaya hidup sehat seperti yang dikampanyekan dalam Gerakan Ma­sya­rakat Hidup Sehat (Ger­mas).  “Salah satu Pe­nyakit Tidak Menular (PTM) yang memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia adalah Hipertensi. Pada tahun 2021 tercatat sebanyak 18.068 (12,8%)  masyarakat Kota Payakumbuh menderita hipertensi. Hipertensi bisa menimbulkan kecacatan dan kematian. Sehingga menyebakan masalah baik dari segi kesehatan, juga menyebabkan masalah ekonomi,” paparnya.

Baca Juga  Putri Proklamaor Dukung Pasangan Riyanda Jefri

Yuneri menambahkan, dalam memperingati hari Hipertensi sedunia yang ditetapkan setiap Tanggal 17 Mei ini, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh me­­lak­­sanakan kegiatan scree­­ning kesehatan be­ru­pa pemeriksaan tekanan Darah, pengukuran berat dan tinggi badan, serta pengukuran lingkar perut untuk memantau IMT (Indeks Masa Tubuh), ada juga pemeriksaan labor berupa pemeriksaan gula darah sewaktu dan kolesterol sewaktu, terkakhir pemeriksaan mata yang dilakukan tanpa pemungutan biaya alias gratis. “Diperkirakan sekitar 100-200 orang ASN saat ini yang merupakan perwakilan dari masing OPD.  Kegiatan ini selanjutnya akan dilaksanakan di masing OPD, yang di lakukan oleh 8 puskesmas yang ada di kota Payakumbuh dan jadwalnya tergantung kesepakatan antara OPD dan Puskesmas penanggung jawab masing-masing OPD. Dimana semua OPD sudah di bagi rata ke 8 puskesmas ini yang daf­tar­nya akan dibagikan. Diharapkan seluruh ASN, maupun non ASN bisa kita pantau kondisi kesehatannya minimal sekali 6 bulan. Untuk itu mohon bantuan dan kerjasama dari seluruh instansi yang ada­,­” jelas Yuneri.

Baca Juga  Pencairan APBD Tahun 2021 Lambat, Daya Beli Kian Menurun, Ekonomi Masyarakat Terpuruk

Yuneri menjelaskan kalau hipertensi dikenal sebagai “silent killer” karena sering muncul tanpa gejala dan keluhan yang berarti namun dapat mengakibatkan munculnya komplikasi bahkan kematian. Hal ini disebabkan karena tidak terdeteksi sejak dini yang berdampak pada lambatnya penanganan.  “Lebih baik men­ce­gah dari pada mengobati, sedia payung sebelum hujan, karena sehat itu mahal,” tutupnya.

Sementara itu, Sekda Rida Ananda mewakili Wali Kota Riza Falepi mem­buka kegiatan tersebut mengatakan Penyakit Tidak Me­nular (PTM) saat ini merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia, karena menjadi penyebab tingginya angka kesakitan, kematian serta berdampak besar terhadap biaya dan pro­duktifitas. Selain itu, diketahui bahwa Penyakit Tidak Menular (PTM) me­ru­pakan komorbid yang me­nye­babkan tingginya angka kematian pada kasus Covid-19.  “Salah satu Penyakit Tidak Menular (PTM) yang memiliki prevalensi tertinggi di Indonesia adalah Hipertensi, berdasarkan data Riskesdas 2018 diperkirakan 4 dari 10 orang di Indonesia menyandang hipertensi (34,1%), sementara itu pada tahun 2021 sebanyak 18.068 (12,8%) ­masyarakat Kota Payakumbuh menderita hipertensi,” kata Sekda. Sekda melanjutkan, dalam rangka mencapai target yang telah ditetapkan perlu tindakan yang tepat, salah satunya adalah dengan mendekatkan akses layanan serta meningkatkan kesadaran ke­ikutsertaan masyarakat untuk melakukan deteksi dini faktor risiko Penyakit Ti­dak Menular (PTM). (uus)