TANAHDATAR, METRO–Alek kapalo banda atau lebih jelasnya adalah syukuran masyarakat di Jorong Pincuran Tujuh, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu tradisi yang sudah turun temurun sejak seratusan tahun yang lalu hingga saat ini masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat, ibaratnya tradisi ini tidak pernah luntur seiring berjalannya waktu.
Jorong Pincuran Tujuh yang terletak sekitar kurang lebih 30 km dari pusat kota Batusangkar ini memang letaknya yang berada di dataran tinggi (di perbukitan) dan memiliki mata air yang terletak disekitar satu-satunya masjid di jorong tersebut, yaitu Masjid Nurul Qalbi. Mata air tersebut sejak dari zaman dahulu sampai hari ini tidak pernah kering, sekalipun sedang musim kemarau.
Begitulah tradisi ini setiap tahunnya selalu dilaksanakan, seperti halnya hari ini, Sabtu (14/5) masyarakat jorong Pincuran Tujuh nagari Batipuh Baruah melaksanakan alek kapalo banda yang ke 113 kalinya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir pada acara tersebut menyampaikan ucapan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini, menurutnya ini merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat yang menggambarkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat yang saat ini sudah jarang ditemukan.
Selanjutnya, Eka Putra juga menyampaikan informasi terkait dengan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang semuanya ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat.
Sementara, Ketua DPRD Tanah Datar Roni Mulyadi Dt Bungsu yang juga hadir pada kesempatan itu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati. Dia mengatakan, tradisi seperti ini perlu untuk terus dipertahankan dan pihaknya sebagai wakil rakyat selalu mendukung apapun yang diminta oleh masyarakat.
Dilain pihak Wali Nagari Batipuh Baruah Mulyadi BJ mengharapkan tradisi alek kapalo banda masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini bisa dijadikan sebagai event daerah dan pihaknya siap berkoordinasi menerima arahan dari pemda terkait tata cara pelaksanaannya.
Sementara salah seorang tokoh masyarakat setempat C. Dt. Mudo, menjelaskan bahwa alek kapalo banda ini merupakan tradisi yang turun dari mamak ke kamanakan. “Ini sebuah nazar yang harus kami lakukan,” terangnya.
Dia juga menyebutkan, bahwa tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini selain nazar juga dimaksudkan untuk memupuk tali silaturahmi antar sesama.(ant)






