METRO SUMBAR

Alek Kapalo Banda, Tradisi Budaya  Menggambarkan Kebersamaan di Tanah Datar

0
×

Alek Kapalo Banda, Tradisi Budaya  Menggambarkan Kebersamaan di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
HADIRI ACARA— Bupati Tanahdatar Eka Putra saat menghadiri acara Alek Kapalo Banda.

TANAHDATAR, METRO–Alek kapalo banda atau lebih jelasnya adalah syu­kuran masyarakat di Jo­rong Pincuran Tujuh, Nagari Batipuh Baruah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, merupakan salah satu tradisi yang sudah turun temurun sejak seratusan tahun yang lalu hingga saat ini masih tetap dilakukan oleh masyarakat setempat, ibaratnya tradisi ini tidak pernah luntur sei­ring berjalannya waktu.

Jorong Pincuran Tujuh yang terletak sekitar ku­rang lebih 30 km dari pusat kota Batusangkar ini memang letaknya yang berada di dataran tinggi (di perbukitan) dan memiliki mata air yang terletak disekitar satu-satunya masjid di jo­rong tersebut, yaitu Masjid Nurul Qalbi. Mata air tersebut sejak dari zaman dahulu sampai hari ini tidak pernah kering, sekalipun sedang musim kemarau.

Baca Juga  Tak Terjamah Tim Vaksinator Covid-19, Kapal Perang KRI Bontang-907 Sisiri Pulau Sikakap Mentawai

Begitulah tradisi ini se­tiap tahunnya selalu dilaksanakan, seperti halnya hari ini, Sabtu (14/5) ma­syarakat jorong Pincuran Tujuh nagari Batipuh Baruah melaksanakan alek kapalo banda yang ke 113 kalinya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra yang hadir pada a­cara tersebut menyampaikan ucapan terimakasih atas terlaksananya kegiatan ini, menurutnya ini me­rupakan salah satu tradisi budaya masyarakat yang menggambarkan kebersamaan dan kekompakan masyarakat yang saat ini sudah jarang ditemukan.

Selanjutnya, Eka Putra juga menyampaikan informasi terkait dengan program unggulan pemerintah Kabupaten Tanah Datar yang semuanya ditujukan untuk menyejahterakan masyarakat.

Sementara, Ketua DP­RD Tanah Datar Roni Mulyadi Dt Bungsu yang juga hadir pada kesempatan itu sepakat dengan apa yang disampaikan oleh Bupati. Dia mengatakan, tradisi seperti ini perlu untuk terus dipertahankan dan pihaknya sebagai wakil rakyat selalu mendukung apapun  yang diminta oleh masyarakat.

Baca Juga  Sambut HUT Bhayangkara ke -74, Polwan Polres Pessel Gelar Bakti Sosial

Dilain pihak Wali Nagari Batipuh Baruah Mulyadi BJ mengharapkan tradisi alek kapalo banda masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini bisa dijadikan sebagai e­vent daerah dan pihaknya siap berkoordinasi menerima arahan dari pemda terkait tata cara pelaksa­naannya.

Sementara salah seo­rang tokoh masyarakat setempat C. Dt. Mudo, menjelaskan bahwa alek kapalo banda ini merupakan tra­disi yang turun dari mamak ke kamanakan. “Ini sebuah nazar yang harus kami lakukan,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, bahwa tradisi yang dilaksanakan setiap tahunnya oleh masyarakat jorong Pincuran Tujuh ini selain nazar juga dimaksudkan untuk memupuk tali silatu­rahmi antar sesama.(ant)