METRO NASIONAL

Heboh Hepatitis Akut Misterius, Komisi IX Akan Panggil Menkes

1
×

Heboh Hepatitis Akut Misterius, Komisi IX Akan Panggil Menkes

Sebarkan artikel ini
Irma Suryani Chaniago

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago mengatakan bahwa pihaknya akan memanggil Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait wabah hepatitis akut. Menurutnya, pemanggilan dilakukan setelah momen liburan Idulfitri.  “Sidang pertama setelah Lebaran pasti akan ada rapat dengar pendapat dengan Men­kes,” kata Irma kepada JPNN.com, Jumat (6/5).

Menurutnya, rapat dengan Menkes itu dilakukan untuk mendapatkan informasi secara detail terkait wabah hepatitis akut. “Meminta Menkes menjelaskan secara rinci terkait penyebaran hepatitis akut agar tidak menjadi endemi,” lanjutnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menindaklanjuti kasus hepatitis akut misterius yang mengakibatkan tiga anak meninggal dunia. Tiga pasien anak tersebut dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo dan diduga mengidap hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya. Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Ja­karta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus tersebut. “Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut, sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan,” kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada konferensi pers, Kamis (5/5).

114 Kasus Diduga Hepatitis Akut Terdeteksi di Jatim

Sementara itu Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengimbau warganya te­nang menghadapi kasus he­patitis akut bergejala berat pada anak yang su­dah ditemukan di Indonesia, termasuk di wilayah itu.  “Kami imbau warga tidak panik, tetapi sigap melihat gejala yang ditimbulkan,” ujar Khofifah di Surabaya pada Kamis malam (5/5).

Imbauan itu mengacu pada Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/C/2515/2022 tentang Kewaspadaan terhadap Penemuan Kasus Hepatitis Akut yang belum Diketahui Etiologinya (Acu­te Hepatitis Of Unknown Aetiology) tertanggal 27 April 2022.

Sebelumnya, Badan Ke­se­hatan Dunia (WHO) secara resmi memublikasikan tentang KLB hepatitis jenis ini pada 15 Aprii 2022. Publikasi itu dimuat setelah Inggris Raya melaporkan adanya peningkatan kasus signifikan pada pasien hepatitis, yakni tak ditemukannya virus A-E dalam penelitian laboratorium. Baru pada akhir April, kasus hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya ini me­nyerang Indonesia.  Tercatat, ada tiga pasien anak meninggal dunia saat men­jalani perawatan di RSUPN Dr Cipto Mangun­kusumo, Jakarta.

Menurut Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) per 4 Mei 2022, di Jatim saat ini sudah terdeteksi 114 kasus diduga hepatitis akut yang tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Berdasarkan data yang dicatat Pemprov Jatim, penyakit ini tidak menyerang kelompok umur spesifik meski cenderung mengalami kenaikan jumlah pada minggu ke-14 hing­ga ke-17.

Oleh karena itu, Kfo­fifah mengingatkan semua orang harus punya kewaspadaan terhadap bahaya penyakit tersebut, baik anak-anak maupun orang dewasa.

“Kita juga wajib bergerak cepat melihat gejalanya, karena semakin cepat ditangani, peluang untuk menghindari hal yang tidak diinginkan makin besar,” ucap Khofifah.

Eks menteri sosial itu mengatakan gejala klinis hepatitis akut ini antara lain berupa nyeri perut bagian bawah, diare, muntah-mun­tah, serta peningkatan enzim hati.

Hingga saat ini tidak ditemukan gejala demam dalam sebagian besar kasus, tetapi dia tetap mengingatkan agar masyarakat jangan lengah jika ada warga yang mengalami demam. Walaupun jarang ada pasien hepatitis akut ini yang menderita demam, Khofifah tetap menyarankan agar masyarakat langsung memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat bila sudah merasa tidak enak badan. “Jangan anggap sepele gejala yang ada,” ujar Khofifah. (mcr8/ant/fat/jpnn)