AGAM/BUKITTINGGI

Masuk 7 Besar Nasional Desa Pangan Aman, Nagari Bayua Dikunjungi Tim Nasional

0
×

Masuk 7 Besar Nasional Desa Pangan Aman, Nagari Bayua Dikunjungi Tim Nasional

Sebarkan artikel ini
PENILAIAN— Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam masuk nominasi tujuh besar lomba Desa Pangan Aman tingkat nasional. Tim penilai turun ke nagari yang berada di pinggiran Danau Maninjau itu, Selasa (19/4).

AGAM, METRO–Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupa­ten Agam, masuk nominasi tujuh besar lomba Desa Pangan Aman tingkat nasional. Tim penilai mela­kukan verifikasi lapangan ke nagari yang berada di pinggiran Danau Maninjau itu, Selasa (19/4). Lomba De­sa Pangan aman ini me­ru­pakan program Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, sejak 2014 lalu. Direktur PMPUPO BPOM RI, Ruki Fanaike menyebutkan, verifikasi ini kelanjutan dari berbagai seleksi yang telah dilakukan beberapa waktu lalu seperti seleksi dokumen dan wawancara.

“Hari ini kita lakukan verifikasi lapangan terhadap industri rumah tangga, mengunjungi ritel, wa­rung dan komunitas lainnya, untuk melihat apakah keamanan pangan dilakukan sesuai yang kita intervensi,” ujar Ruki. Tidak hanya itu, tim nanti juga akan mewawancarai wali nagari seputaran kesehatan di Bayua, terutama berkaitan stunting. “Kita harap verifikasi ini berjalan lancar dan mendapatkan hasil maksimal, serta bisa melakukan pengembangan lebih baik ke depan,” ucap Ruki.

Ruki Fanaike berharap pemerintah daerah, nagari dan masyarakat dapat me­ngimplementasikan pangan aman secara berke­lan­jutan. Bupati Agam Andri Warman hadir saat itu mengaku bangga, bahwa­sanya Nagari Bayua mampu masuk nominasi tujuh besar lomba desa pangan aman ini. “Ini suatu kebanggaan bagi kita, karena Bayua bisa bersaing di tingkat nasional. Semoga yang terbaik bisa dicapai,” kata Ruki.

Ia berharap, program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan, eko­nomi dan kesejahtera­an masyarakat. “Semoga pa­ngan yang dikonsumsi di Bayua betul-betul aman dan terbebas dari cemaran yang dapat merugikan ke­sehatan,” harap Ruki.

Bupati Agam, memaparkan kondisi terkini Tanjung Raya yang dikenal dengan Danau Maninjau-nya, yang pernah jadi sa­lah satu danau terindah di Indonesia. Tapi kini danau sudah tercemar dampak menumpuknya sisa pakan ikan. Pemkab Agam berupaya tahun ini atau tahun depan pembenahannya bisa dilakukan, bahkan su­dah mendapat dukungan dari pemerintah pusat. “Jika danau kembali membaik, tentu keamanan pangan untuk dikonsumsi ma­syarakat lebih terjamin,” ujar Ruki.

Verifikasi lapangan ini, dihadiri Ketua TP-PKK Agam Ny Yennita Andri Warman dan Sekretaris PKK Agam, Ny El Edi Busti beserta jajaran pengurus, Asisten II Setdakab Agam, Jetson, beberapa pimpinan OPD, camat dan wali nagari se-Tanjung Raya. (pry)