METRO PADANG

Dukung Program Pemerintah, Semen Padang Buktikan Komitmen dalam Peningkatan Konsumsi TKDN

0
×

Dukung Program Pemerintah, Semen Padang Buktikan Komitmen dalam Peningkatan Konsumsi TKDN

Sebarkan artikel ini
kantor pusat semen padang.

PADANG, METRO–PT Semen Padang berkomitmen dalam peningkatan konsumsi tingkat komponen dalam negeri (TKDN) teru­tama dalam pemakaian spare part (suku cadang) di semua pabrik di perusahaan semen pertama di Asia Tenggara tersebut. Komitmen tersebut dibuktikan dari realisasi pemakaian suku cadang pada tahun 2021 dan 2022 yang me­nunjukkan terjadinya peningkatan kon­sumsi TKDN di PT Semen Padang.

“PT Semen Padang sangat men­dukung program pemerintah yang terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta memperbesar TKDN untuk me­wu­jud­kan kemandirian sektor industri dalam negeri. Sebagai wujud du­kungan itu, kami terus be­ru­saha meningkatkan kon­sumsi TKDN,” kata Kepala Unit Humas & Ke­sekre­tariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati, Ra­bu (13/4).

Ia  menjelaskan, persentase TKDN untuk pemakaian suku cadang dari tahun ke tahun di PT Semen Padang terus mengalami peningkatan. Untuk tahun 2020, realisasi TKDN mencapai Rp50,2 miliar, atau 20,05% dari total pemakaian.

Pada 2021, pesentase TKDN mengalami kenaikan menjadi 32,9% atau Rp75 miliar dari total pemakaian suku cadang yang berjumlah Rp230 miliar. “Realisasi TKDN tahun 2021 itu melebihi target sebesar 28,9 persen,” kata Nur Anita.

Untuk tahun 2022 ini, PT Semen Padang menargetkan TKDN untuk pemakaian suku cadang sebesar 35,90 persen. Ia pun optimis target tersebut bisa tercapai, karena periode Januari-Maret saja, realisasi TKDN mencapai Rp21,5 miliar dari total pemakaian suku cadang se­besar Rp44,4 miliar atau sebesar 48%.

Di tahun 2022 ini trend-nya cenderung meningkat, dimana pada Januari 2022 sebesar 45,43%, Februari 2022, 31,92%, dan pada Maret 2022 meningkat drastis menjadi 50,37% dari RKAP sebesar 33,92%.

Target penambahan nilai TKDN di semua pabrik PT Semen Padang masing-masing melalui program subsitusi, replikasi, grinding ball, belt conveyor, barang capex, brick alumina, impeller fan, pelumas sintetis, dan pelumas open gear.

Terkait dampak konsumsi TKDN terhadap operasional, Kepala Unit Perencanaan dan Evaluasi Pemeliharaan PT Semen Pa­dang, Hendra Bayu meng­ung­kapkan, dari lesson learned (pelajaran dari pengalaman) 2021  pihaknya pernah mengalami kendala operasional karena kualitas barang lokal (cast iron) belum sebaik barang impor (Original Equipment Manufacturer/OEM).

“Beberapa suku ca­dang lokal kualitasnya su­dah setara dengan barang im­por OEM, ada yang kualitasnya masih di bawah tetapi sudah lebih baik dari tahun sebelumnya,” kata Hendra Bayu.

Perhatian Terhadap UMKM

Nur Anita menambahkan selain TKDN, PT Semen Padang juga berkomitmen dalam keberpihakan pada Usaha Mikro Ke­cil dan Menengah (UMKM). “Keberpihakan pada UMKM dan mening­kat­kan konsumsi TKDN le­bih tinggi dalam jangka pan­jang, sudah menjadi ko­mitmen manajemen PT Semen Padang,” ujar Anita.

Menurut dia, kegiatan pembinaan dan pengembangan UMKM itu dilakukan PT Semen Padang sejak 1987 dengan mendirikan Bapak Angkat Industri Kecil (BAIK). (ren/rel)