METRO PADANG

Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi di Kota Padang, Andre Rosiade Apresiasi Polda Sumbar

0
×

Bongkar Penyelewengan Solar Subsidi di Kota Padang, Andre Rosiade Apresiasi Polda Sumbar

Sebarkan artikel ini
Andre Rosiade di Komisi VI DPR RI.

ADINEGORO, METRO–Anggota Komisi VI DPR RI H Andre Rosiade meng­apresiasi kinerja Polda Sum­bar melalui Tim Direktorat Reserse Kiminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Polres yang mengungkap penye­le­wengan solar bersubsidi di Kota Padang, Padang­paria­man dan Pesisir Selatan (Pessel). Dia meminta Polda dan Polres se-Sumbar terus memastikan solar subsidi hanya untuk yang berhak.

“Kami dengar ada pe­nang­kapan pelaku penye­lewengan solar subsidi di Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Total sekitar 1,6 ton solar subsidi diduga akan dijual ke industri di Pessel. Tentunya ini adalah tanda, kalau penyelewengan solar subsidi itu nyata dan harus kita berantas ber­sama,” kata anggota DPR asal Sumbar itu, Kamis (14/4).

Selain itu, kata Andre, juga ditemukan dugaan penyelewengan solar di Pessel dengan barang bukti 8 ton dan 1 ton, atau total 9 ton. Solar subsidi diangkut menggunakan dump truk akan dibawa ke Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. “Sebelumnya juga ada tangkapan penimbunan solar subsidi dan pertalite di Kampung Da­lam Padangpariaman. Mes­­ki jumlahnya tak begitu signifikan, tapi praktik-praktik kecurangan ini masih meresahkan,” kata Andre.

Andre Rosiade mengatakan, semua pihak sedang berusaha memastikan ketersediaan solar subsidi dan juga distribusinya. Bah­kan, Pertamina Sumbar siap menambah gelontoran solar, sepanjang untuk kebutuhan masyarakat Sum­bar. Namun, pe­ng­gu­naan­nya harus tepat sasaran.

“Jangan sampai, kebutuhan solar Sumbar di­penuhi, bahkan sampai 110 persen tapi antrean panjang tetap terjadi. Karena yang membeli bukan yang berhak, ada yang tangki modivikasi, atau kongkalikong dengan operator menjual solar subsidi ke industri,” kata Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar itu.

Andre Rosiade menyebutkan, langkah yang dilakukan Polda dan Polres se-Sumbar itu sudah tepat, karena dapat membuat efek jera kepada para pemain, baik penimbun atau penyeleweng solar. Kalau tidak ada tindakan tegas, maka penambahan kuota solar akan percuma.

“Kami rasa, kejadian ini tidak hanya di Padang, Padangpariaman dan Pessel saja, tapi juga di daerah-daerah lain. Kami minta aparat kepolisian terus bergerak mengungkap per­mainan-permainan kotor pelaku. Apalagi jelang Lebaran, kebutuhan BBM semakin tinggi,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Andre mengatakan, sebelumnya Direktur Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution juga telah mewanti-wanti, akan percuma kuota solar ditambah, kalau aparat tidak mengawasi dan menindak tegas pelaku kecurangan.

 “Alhamdulillah, dengan kerja keras semua, kini anteran solar sudah terurai dan tak terlihat lagi di Kota Padang dan daerah lainnya di Sumbar. Semoga dengan kebersamaan baik aparat, Pertamina, ma­sya­rakat dan lainnya, kelangkaan solar atau BBM bersubsidi bisa kita atasi,” tutupnya. (*)