BERITA UTAMA

Penjaga Warnet Tewas Bersimbah Darah

0
×

Penjaga Warnet Tewas Bersimbah Darah

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, METRO – Masyarakat di Kelurahan Bunian, Kecamatan Payakumbuh Utara, Kota Payakumbuh seketika buncah dengan penemuan mayat laki-laki di kamar mandi Warnet 34 Champ, Rabu (28/11) sekitar pukul 15.10 WIB, Mayat itu bersimbah darah di warnet yang terletak di Jalan Rasuna Said itu.
Dugaan sementara mayat laki-laki yang diketahui bernama Asmon panggilan Jhon (43) ini mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Jon disebutkan tewas dengan menggunakan kaca yang diiriskan ke urat nadinya. Tapi, pihak kepolisian masih mengusut kasus ini.
”Kita mendapat laporan bahwa tadi sore ada penemuan mayat di kamar mandi sebuah warnet di Bunian Payakumbuh,” ujar Kapolres Payakumbuh AKBP Endrasetiawan Setyowibowo melalui Kapolsekta Payakumbuh Kompol. A Suryanegara didampingi Kanit Reskrim Polsekta Payakumbuh Iptu Aiga putra, Rabu (28/11) malam.
Dikatakan Kapolres, mayat Jhon yang sehari-hari bekerja sebagai penjaga warnet ini ditemukan pertama kali oleh pemilik warnet, Ziko.
”Ziko datang ke warnet miliknya. Namun hingga siang hari, warnet yang biasa dijaga oleh Jhon tak kunjung dibuka. Penasaran Ziko mencoba masuk menggunakan kuci serap,” ujarnya.
Kata Kapolres, namun alangkah kagetnya dia ketika memeriksa warnet tersebut. Di dalam kamar mandi ditemukan korban sudah berdarah-darah dengan posisi badan dalam bak mandi.
”Kaget dengan kondisi anggotanya, Ziko langsung berteriak dan memanggil warga lainnya. Sehingga pihak kepolisian dating dan kemudian korban dibawa ke RS Yarsi Payakumbuh untuk diautopsi,” tambahnya.
Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), jelas Aiga Putra, korban mengalami luka sayat di nadi tangan sebelah kanan. Selanjutnya, bak mandi dengan kondisi air bercampur darah.
Juga ditemukan, pecahan kaca dengan bekas darah yang diduga untuk memotong nadi korban di sebelah korban tergeletak. “Dugaan sementara korban sengaja mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Tapi tetap harus didalam kembali,” jelas Kanit.
Hal ini diperkuat dengan keterangan keluarga korban bahwasanya korban sedikit depresi dan pernah dirawat di RSJ HB Saanin Padang. “Saat ini mayat korban telah dibawa ke RS Yarsi Payakumbuh untuk dilakukan autopsi dan perkembangan lebih lanjut,” tandasnya. (us)