METRO PADANG

Marah Ditegur, Pak Tua Acungkan Sajam ke Satpol PP Padang

0
×

Marah Ditegur, Pak Tua Acungkan Sajam ke Satpol PP Padang

Sebarkan artikel ini
MINTA MAAF— YS (78), pak tua yang mengacungkan senjata tajam (sajam) kepada petugas Satpol PP Padang saat dilakukan pengawasan anjal, gepeng, pak ogah di jalan Sudirman, akhirnya meminta maaf kepada petugas penegak perda.

TAN MALAKA, METRO–Tidak terima ditegur petugas, seorang bapak tua mengacungkan sebilah senjata tajam ke petugas Satpol PP Padang, di jalan Sudirman, Senin (11/4) so­re. Kejadian tersebut, di­picu karena tidak terima d­itegur petugas yang sedang melaksanakan pe­nga­wasan anjal, gepeng, pak ogah dan pengemis di sepanjang jalan protokol Kota Padang.

Pengawasan ketat dila­kukan petugas terhadap orang-orang yang diduga profesi sebagai pengemis gaya baru, mereka duduk bergerombolan dengan membawa tumpukan ba­rang-barang bekas di da­lam karung dan di atas becak.

Diketahui tujuan dan aktifitas tersebut merupakan salah satu modus yang digunakan, untuk mengharapkan belas kasihan dan bantuan dari ma­sya­rakat yang melintas.

“Anggota memang setiap hari melaksanakan pe­nga­wasan terhadap me­nge­mis yang bergaya seperti tukang asongan, dengan duduk-duduk di trotoar jalan yang membuat terganggunya keindahan ko­ta,­” ungkap Kasat Pol PP Kota Padang, Mursalim, kemarin.

“Memang benar, Senin sore ada seorang bapak tua sengaja mengeluarkan sebilah sajam dan mencoba mengarahkan ke petugas di lapangan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, anggota terus mencoba membujuk dan akhirnya bapak tersebut dapat diamankan ke Mako Satpol PP,” lanjutnya.

Diketahui, pak tua berinisial YS (78), dan masih bertempat tinggal dikawasan tersebut. YS telah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas tin­dakan pengacaman yang dilakukannya.

“Tadi bapak tersebut telah mengakui kalau yang dilakukannya memang sa­lah, dirinya sedang emosi dan tidak terkendali,” ulasnya.

Setelah dilakukan pendataan serta membuat pernyataan, barulah bapak ini diizinkan kembali pulang ke rumahnya. Terkait kejadian tersebut, Mursalim mengimbau kepada seluruh masyarakat, agar bersama-sama menjaga ketertiban dan ketentraman masyarakat di Kota Padang.

“Jangan sampai niat baik kita disalahkan sekelompak masyarakat dan akhirnya bisa membuat aktifitas me­reka dapat me­nim­bulkan keresahan bagi orang lain, kami tetap me­ng­imbau kepada masya­ra­kat, agar ti­dak menggu­nakan fasilitas umum untuk kepentingan pribadi. Apa­lagi sampai membuat ke­indahan kota jadi tercemar hingga sampai melakukan ke­giatan kriminal,” jelasnya. (ade)