METRO PADANG

PKS Ngaku Sudah Kirim Surat, tapi Belum Ada Balasan dari PAN, Mastilizal Aye: Rajut Kembali Kebersamaan, Kesampingkan Ego Politik

0
×

PKS Ngaku Sudah Kirim Surat, tapi Belum Ada Balasan dari PAN, Mastilizal Aye: Rajut Kembali Kebersamaan, Kesampingkan Ego Politik

Sebarkan artikel ini
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye.

SAWAHAN, METRO–Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye menilai, belum jelasnya masalah Wawako Padang, pendamping Hendri Septa, perlu disikapi dengan bijak oleh kedua partai politik (parpol) pengusung, yakni PKS dan PAN. Kedua parpol pengusung itu duduk bersama memastikan siapa calon yang akan ditetapkan.

“Partai PAN dan PKS ha­rus musyawarah mu­fakat ber­sama dalam suatu per­temuan internal. Sejauh ini kita belum nampak hal itu. Sehingga masalah ini tidak kunjung jelas ujung pangkalnya,” ujar Aye, Rabu (6/4).

Ia menambahkan, saat ini kedua partai pengu­sung saling klaim tentang nama calon Wawako yang telah direkomendasikan kepada DPP. Lalu, sampai kapan itu terjadi dan yang dibutuhkan warga bukan kedua nama dari dua partai.

Namun, menurut Aye, sa­tu nama hasil kesepakatan parpol antara PAN dan PKS terkait siapa yang akan diusulkan menjadi Wawako pendamping Hendri Septa belum juga ada kepastian.

“Kita berharap pimpinan kedua partai berembuk dan kesampingkan kepentingan politik sementara. Utamakan dulu ma­sya­rakat dan Kota Padang. Jangan sandiwara juga. Sebab waktu berjalan terus,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Padang ini.

Ditambahkannya, kedua parpol pengusung mesti sejalan kembali seperti dahulu, saat Wako masih dijabat oleh Mahyeldi dan Hendri Septa sebagai Wakil Wali Kota. Jangan dengar gesekan pihak lain terkait kekurangan selama ini. Yang terpenting sekarang rajut kebersamaan dengan niat membawa perubahan untuk kota hingga akhir masa jabatan.

“Yang telah berlalu biarkan. Ke depannya harus dipikirkan untuk kemajuan kota ini,” paparnya.

Ia mengatakan, Kota Padang masih terbengkalai dan masih banyak keku­rangan dari daerah lain. Penyelesaiannya butuh kekuatan  kolaborasi antara Wako, Wakil Wali Kota, Sekda dan lainnya.

“Sekarang saja Wawako kosong, Sekda masih dijabat oleh Pj. Mana bisa urusan selesai cepat. Kita berharap Wako tidak bisu soal hal ini dan segera tetapkan calon Wawako,” tegas Aye.

Sementara itu, Ketua Majelis Pertimbangan Wi­la­yah (MPW) DPD PKS Ko­ta Padang, Arnedi Yarmen mengatakan, pihaknya telah menyurati pimpinan PAN Kota Padang. Tujuannya yakni membicarakan siapa calon yang akan diusung mendampingi Hendri Septa. Namun sampai detik ini, surat yang telah dikirim itu balasannya belum ada.

“Kita berharap Wali Kota segera respon dan tentukan waktunya. Mari saling bermusyawarah me­­­ne­tapkan siapa calon yang akan diusung,” papar kader PKS ini.

Ia mengatakan, terkait siapa calon yang terpilih nanti hasil dari kesepakatan PKS siap terima sepanjang visi misi sesuai.

Niatan Jomblo

Diberitakan sebelumnya, Ketua DPD Partai NasDem Kota Padang, Osman Ayub menilai, Hendri Septa tidak mau didampingi oleh Wakil Wali Kota hingga jabatannya berakhir nanti. Jika Wako butuh pendamping, tentu rekomendasi yang dikeluarkan DPP PAN tentang nama calon Wawako sudah direspon dengan cepat.

“Kita menduga Hendri Septa ingin jomblo sampai jabatannya habis nanti,” ujar Osman Ayub, Selasa (5/4).

Ia tidak bisa berbuat apa apa soal sikap Wako yang tidak menggubris keputusan DPP PAN. Sebelumnya, Gubernur Mahyeldi dengan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy telah menyurati Wako serta menyampaikan bahwa da­lam mengurus kota ini tidak bisa sendiri dan butuh pendamping atau sinergisitas dengan Wakil Wali Kota Padang.

“Kita berharap kepe­dulian Wako dalam me­nyika­pi kekosongan Wawako ini. Sebab, kota ini masih terbengkalai dan jauh tertinggal dari daerah lain,” ucapnya.

Untuk Partai PKS lanjutnya, jika telah ada juga nama cawawako dari DPP disertai rekomendasi, diminta usah menyerahkan ke Wako langsung dan jangan diulur-ulur waktunya.

“DPD PKS harus gerak cepat serta apabila telah berikan namanya kepada Wako sampaikan pada pim­pinan dewan agar pim­pinan dapat menyurati DPD PAN,” paparnya.

Ia menambahkan, ma­syarakar Kota Padang me­nanti suara Wako soal hal ini, dan Hendri Septa mesti tampil menjawab keinginan warga terkait Wawako pendampingnya.

“Wali Kota mesti jawab permintaan warga kota. Sebab selama ini warga beranggapan proses pemilihan Wawako DPRD yang memperlambatnya. Padahal itu tidak, bukan DPRD yang memperlambat prosesnya,” tegas Osman.

Sebelumnya, Pengamat Politik Unand Padang, Asrinaldi mengatakan pelaksanaan tahapan di DPRD Padang baru bisa digelar jika nama calon Wawako telah dikirim oleh Wako ke DPRD. Aturan itu tertuang dalam Tatib No 18 Tahun 2018.

“Isinya ialah penjaringan nama calon. Jika sampai November atau 18 bulan Wako tidak usulkan nama, maka Hendri Septa single sampai akhir jabatan,” paparnya. (ade)