METRO JUSTICIA

Isu Agama Paling Sensitif di Pemilu

0
×

Isu Agama Paling Sensitif di Pemilu

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Pemko Padang mengapresiasi kegiatan dialog politik bersama pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh masyarakat perempuan serta generasi muda di Kota Padang, yang dlaksanakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumbar. Kegiatan tersebut dibuka Kepala Kantor Kesbangpol Kota Padang, Mursalim mewakili Wali Kota Padang di Hotel Basko Premier, Selasa (27/11).
Di kesempatan tersebut Mursalim mengatakan, tidak lama lagi akan diadakan Pemilihan Anggota Legislatif dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, agar pemilihan tersebut berjalan dengan aman dan sukses tanpa ada gejolak. Maka peran ibuk-ibuk yang hadir dalam acara ini sebagai tokoh masyarakat, tokoh perempuan, pimpinan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) sangat diharapkan peran sertanya untuk menyukseskan pemilu ini.
Pemilu ini tidak akan sukses dilaksanakan pemerintah saja, tapi juga ada peran bersama Ormas yang dibentuk karena adanya kesamaan tujuan, kesamaan aspirasi. Kemudian, kesamaan kepentingan diantara kelompok masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan, mewujudkan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 45.“Oleh sebab itu untuk mensukseskan Pemilu Tahun 2019 nanti, peran Ormas, peran dari masyarakat yang lainnya sangat diharapkan secara bersama-sama untuk mensukseskan pemilu ini,”ujar Mursalim.
Dikatakan Mursalim, melihat fenomena yang terjadi saat sekarang ini selain berita bohong, ujaran kebencian, kami dari Kesbangpol Kota Padang juga melihat dalam pemilu kali ini adanya politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA). Hal itu ada upaya yang dimunculkan oleh elit-elit politik yang bertarung di dalam pemilu tahun 2019 nanti.
Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, sebagai tokoh perempuan, tokoh Ormas jangan terpengaruh isu tersebut dimunculkan untuk menjatuhkan lawan-lawan politik. Yang paling sensitif sekali isu agama, jangan isu ini diangkat dalam Pemilu 2019, kalau ini diangkat, bisa berbenturan dengan saudara yang beragama lain.
”Dengan adanya kegiatan Dialog Politik ini, saya berharap kegiatan ini tidak hanya sekali ini saja diadakan, karena masyarakat Kota Padang jumlahnya hampir 1 juta jiwa, yang akan memilih dalam pemilu lebih kurang 500 ribu lebih dalam DPT terakhir,” ungkap Mursalim.
Ditambahkan Mursalim, Kalau seluruh pemilih di Kota Padang diberikan informasi tentang pendidikan politik ini, saya yakin disamping pemilu 2019 sukses, partispasi pemilih juga akan meningkat, salah satu indikator keberhasilan pemilu itu disamping aman juga meningkatnya partisipasi pemilih.
“Mudah-mudahan acara ini sukses, apa yang kita lakukan ini sesuai dengan tujuan dari Kesbangpol Provinsi Sumbar, pemilu 2019 dapat berlangsung dengan aman, tertib dan melahirkan pemimpin Indonesia yang betul betul mewakili seluruh masyarakat indonesia,”pungkas Mursalim.
Sementara itu Panitia pelaksana kegiatan, Asih Nurhadi menyampaikan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahuan terhadap proses demokrasi di daerah daerah agar demokrasi di daerah berjalan dengan aman tertib dan lancar serta sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan yang berlaku.
Hasil yang diharapkan dalam pelaksanaan dialog politik ini adalah untuk meningkatkan pemahaman serta pengetahuan terhadap sistem etika dan budaya politik di daerah dalam rangka mewujudkan kehidupan demokrasi yang aman, tertib dan damai.
Sedangkan peserta dalam dialog politik ini sebanyak 175 orang yang terdiri dari pimpinan Ormas serta tokoh masyarakat perempuan di Kota Padang.
Nara sumber kegiatan Dialog Politik ini yang pertama Dosen Fisip Unand dengan Judul Materi Pemilu sebagai Wahana Pendidikan Politik, yang kedua Ketua Gerakan Anti Narkoba (GAN) Provinsi Sumbar Judul Materi Pentingnya Pendidikan Politik dalam Pengembangan Budaya Politik yang Demokratis dan selanjutnya Kepala Kesbangpol Sumbar dengan Judul Materi Peran Pemerintah Daerah dalam Penyelenggaraan Pemilu 2019. (s)

Baca Juga  Millenial Road Safety Festival 2019, Upaya Edukasi Generasi Millenial