SOLOK/SOLSEL

Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Upaya Percepatan Penurunan Angka  Kasus Stunting di Solok

0
×

Program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat), Upaya Percepatan Penurunan Angka  Kasus Stunting di Solok

Sebarkan artikel ini
Sekda Kota Solok Syaiful foto bersama usai melaunching Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) percepatan penurunan kasus stunting di Kota Solok.

SOLOK, METRO–Dapur Sehat Atasi Stun­ting (Dashat) diwujudkan dalam upaya percepatan penurunan kasus stunting di kampung keluarga berkualitas Kota Solok tahun 2022. Kasus stunting merupakan isu nasional yang mendapat perhatian serius

Sekda Kota Solok, Syaiful mengatakan, stunting merupakan isu prioritas nasional yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024. Untuk itu,  diharapkan penurunan signifikan prevelensi angka stunting dapat terwujud.

“Dengan kerjasama dan kolaborasi semua pihak, kita berharap Kota Solok akan mencapai Zero Stunting atau tidak ada kasus stunting sa­tupun,” sebut Syaiful.

Stunting bukan hanya gagal tumbuh, namun dapat terlihat dari terlambatnya pertumbuhan. Diperlukan strategi khusus dan kolaborasi semua pihak untuk meningkatkan kesehatan masya­rakat serta menyukseskan program ini agar dapat terlaksana dengan baik.

Dashat merupakan langkah awal mengatasi stunting. Pendataan harus teliti agar program ini berjalan tepat sasaran. “Makanan bergizi dan seimbang bagi keluarga beresiko stunting sangat diperlukan,” lanjut Sekda Syaiful.

Kampung Keluarga Ber­kualitas Payo Sejahtera akan menjadi percontohan program Dashat. Sekda juga secara resmi melaunching i­novasi Lusi Tuntas Genting (Lubuk Sikarah Turunkan Dan Berantas Generasi Stun­ting). Inovasi ini untuk men­dapat­kan info secara spesifik tentang permasalahan stunting

Kepala Perwakilan BKKBN Sumbar, Fatmawati mengatakan, kesehatan, ekonomi, pendidikan dan kebahagiaan adalah pilar kesejahteraan ketahanan keluarga.

BKKBN sepakat mengu­bah kampung Keluarga Be­rencana menjadi kampung keluarga berkualitas. Untuk mewujudkannya, diharapkan betul-betul sesuai dengan namanya yakni semua ma­syarakat di kampung KB telah mendapat akses paripurna sehingga menjadi keluarga berkualitas.

Kampung keluarga ber­kualitas juga diharapkan menjadi sarana mengurangi stunting. Dahsat, merupakan upaya pemberdayaan ma­syarakat dalam rangka pemenuhan gizi. ” Semoga di Kota Solok akan dapat mencapai angka zero stunting dan mendapatkan generasi emas untuk memanfaatkan bonus demografi 2045,” ujar Fatmawati.

Sementara itu, kepala DPPKB Kota Solok, Ardinal me­nye­butkan, tujuan Dahsat sebagai sumber informasi dan pengaturan menu gizi serta perbaikan pola asuh kepada anak. Selanjutnya wadah pemberdayaan ma­syarakat guna pemenuhan gizi keluarga beresiko stun­ting.

“Menurut data yang dite­rima, sampai saat ini di Kota Solok terdapat sebanyak 8.328 Kepala Keluarga yang termasuk keluarga beresiko stunting. Sementara Angka stunting Kota Solok saat ini sebesar 18,5 persen, Alhamdulillah Kota Solok merupakan daerah yang terendah angka stunting di Provinsi Sumatera Barat,” tutup Fatmawati. (vko)