METRO PESISIR

Seluruh Atlet Daerah makin Maju dan Berkembang  

0
×

Seluruh Atlet Daerah makin Maju dan Berkembang  

Sebarkan artikel ini
BONUS ATLET— Bupati Padangpariaman Suhatri Bur terlihat akrab dengan Wagub Sumbar Audy Joinaldy, usai usai penyerahan bonus atlet PON Papua, kemarin.

PADANGPARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarn, Wakil Gubernur Sumatra Barat Audy Joinaldi serahkan bonus atlit peraih mendali di gelanggang Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XX tahun 2021. Saat itu juga disaksikan Bupati/Walikota se Sumatra Barat dalam penyerahan bonus oleh Wakil Gubernur Sumbar kepada atlet dan pelatih peraih medalitersebut. “Kita sangat mendukung penyerahan bonus untuk atlit peraih mendali di PON ini. Kita juga ucapkan terimakasih kepada atlit-atlit yang telah mengukir prestasi untuk Sumatra Barat,” kata Bupati Pa­dangpariaman Suhatri Bur, kemaron.

Katanya, semoga kedepannya atlit-atlit Kabupaten Padangpariaman khusunya mampu meraih pretasi untuk Sumatra Barat menuju Padangpariaman berjayabar.

Sementara Kadispora Sumatra Barat  Dedy Diantolani mengatakan, duta-duta olahraga Sumbar telah berjuang maksimal di PON Jabar dan mampu memberikan prestasi luar biasa. Hal itu menurutnya layak diapresiasi dengan bonus uang.

Menurunnya peringkat Sumbar di PON Papua memang menurun ketimbang hasil pada gelaran yang sama di Jawa Barat 2016 lalu. Hal itu menurutnya akan menjadi bahan evaluasi bersama. Pada PON Papua lalu, Sumbar berada pada peringkat 15 secara nasional. Dengan total raihan 38 medali. Terdiri dari 8 emas, 12 perak dan 18 perunggu. Medali itu berasal dari 15 cabang olahraga

Ia menambahkan, bonus medali anggarannya melalui APBD Sumatera Barat 2022 dengan jumlah Rp4 miiar lebih. Untuk bonus peraih medali emas pero­rangan mendapat Rp200 juta, medali perak Rp65 juta dan perunggu Rp35 juta.

Sementara bonus untuk atlet ganda, beregu dan bonus untuk pelatih jumlahnya variatif. “Kami sampaikan maaf kepada atlet dan pelatih. Sebab, penerima bonus Rp60 juta ke bawah potong pajak 5 persen,” ujarnya “Sementara di atas Rp 60 juta kena pajak PPH dan PPN dengan jumlah 5 persen dan 15 persen,” sebutnya. Katanya,  pihaknya belum bisa mengeluarkan bonus untuk cabor kriket yang memperoleh medali perunggu. “Kriket bonusnya belum, karena kekurangan anggaran. Bonus nantinya ada pada anggaran APBD perubahan pada oktober mendatang,” tandas Dedy mengakhiri.(efa)