PADANG, METRO–Hari pertama puasa Ramadhan versi pemerintah di Kota Padang, langsung diwarnai dengan aksi tawuran antarremaja pecah pada Minggu (3/4) sekitar pukul 01.00 WIB. Bahkan, aksi tawuran tersebut terjadi di sejumlah titik di kota setempat yakni di kawasan Ganting, Seberang Padang dan Kalawi.
Namun, jajaran Polresta Padang yang sudah mendeteksi akan adanya aksi tawuran selama bulan Ramadhan, langsung mendatangi lokasi-lokasi yang kerap dijadikan tempat tawuran tersebut. Hasilnya, 12 remaja diamankan di tiga lokasi tersebut.
Selain remaja yang rata-rata masih berusia belasan tahun, polisi juga mengamankan sejumlah alat yang digunakan sebagai senjata mulai dari kayu hingga besi yang dibuat menyerupai parang. Para pelaku tawuran beserta senjata tersebut langsung dibawa ke Polrest Padang untuk menjalani proses lebih lanjut.
Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Polresta Padang Kompol Andi P Lorena mengatakan, tawuran antarremaja itu terjadi di Seberang Padang, Ganting dan Simpang Kalawi. Mereka diamankan masih di bawah umur dengan usia 15-16 tahun.
“Remaja yang diamankan berasal dari tiga daerah tersebut. Ada pula yang dari luar, seperti Gunung Pangilun. Mereka sudah ada yang dalam perjalanan mau menyerang, namun kita datang dan langsung diamankan,” kata Kompol Andi.
Dijelaskan Kompol Andi, saat diamankan, petugas juga menyita sejumlah alat yang digunakan untuk tawuran berupa kayu hingga besi yang dibuat menyerupai parang senjata tajam. Terhadap 12 remaja ini, pihaknya akan memprosesnya lebih lanjut.
“Kalau terpenuhi unsur pidananya, akan dilanjutkan ke peradilan anak. Jika tidak, akan diserahkan ke masing-masing Polsek. Nantinya, dari Polsek ini akan dipanggil RT, RW, lurah, dan orang tuanya untuk membuat surat perjanjian,” tegas Kompol Andi.
Dikatakan Kompol Andi, pihaknya memang sudah memprediksi dari tahun ke tahun setiap bulan Ramadhan datang, potensi terjadinya tawuran dan balap liar di kota setempat akan lebih tinggi. Untuk itu, pihaknya akan melakukan antisipasi dengan patroli rutin ke titik-titik yang kerap terjadi tawuran.
“Warga yang beraktivitas pada malam hingga dini hari juga diimbau tetap berhati-hati terhadap barang dan benda berharga demi menghindari tindakan pencurian. Kami mengimbau kepada masyarakat yang melihat atau mengetahui adanya aksi tawuran dan balap liar segera melapor,” pungkasnya. (rom)






