METRO NASIONAL

Beri Sinyal Kenaikan Pertalite dan Gas Melon, Luhut Dianggap Meneror Rakyat

0
×

Beri Sinyal Kenaikan Pertalite dan Gas Melon, Luhut Dianggap Meneror Rakyat

Sebarkan artikel ini
Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sinyal akan kenaikan harga Pertalite.
BERIKAN SINYAL— Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan ketika memberikan sinyal akan kenaikan harga Pertalite kepada para wartawan.

JAKARTA, METRO–Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto mengkritik Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan yang me­ng­ungkapkan rencana ke­naikan tarif BBM jenis Pertalite, Premium, dan gas LPG 3 kilogram. Dia me­nye­but pernyataan Luhut seperti meneror masya­rakat. Terlebih lagi, politikus Golkar itu bukan pejabat berwenang membicarakan kenaikan harga BBM.

“Pernyataannya membuat resah dan meneror masyarakat dengan serentetan ancaman kenaikan harga-harga sumber energi kebutuhan sehari-hari mereka,” kata Mulyanto melalui keterangan persnya, Minggu (3/4).

Legislator Fraksi PKS itu menilai pernyataan Luhut dilakukan secara serampangan. Terbukti, DPR dan kementerian terkait yang mengurusi Pertalite, Premium, dan gas LPG 3 kilogram tidak pernah membahas kenaikan komoditas tersebut, kata Mulyanto, pernyataan Luhut tentang kenaikan tarif bertentangan dengan janji Menkeu Sri Mulyani.

“Menteri Keuangan, Sri Mulyani, sendiri bilang tidak akan menaikkan harga energi yang membuat market shock,” tegas Mulyanto.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mem­beri sinyal kenaikan har­ga Pertalite hingga gas melon.

Luhut Binsar mengatakan pemerintah akan mela­kukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan tersebut. Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut.

Baca Juga  Kartu Prakerja Gelombang 23 Resmi Dibuka

“Over all akan terjadi (kenaikan) nanti Pertamax, Pertalite, kalau Premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi bertahap, 1 April, nanti Juli, September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” kata Luhut Binsar seusai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (1/4).

Jokowi Sudah Sepantasnya Menegur Luhut Binsar

Selain itu, Mulyanto menilai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan sudah kebablasan saat berbicara rencana kenaikan tarif bahan bakar minyak jenis pertalite, premium, dan gas LPG 3 kilogram.

Menurutnya, yang berwenang berbicara tentang potensi kenaikan BBM itu ialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Ke­uangan Sri Mulyani. Oleh karena itu, legislator Fraksi Partai Keadilan Sejah­tera itu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa mengingatkan Luhut Binsar karena sudah bergerak di luar kewenangan.

“Presiden Jokowi su­dah sepantasnya mengingatkan Pak Luhut,” kata Mulyanto melalui keterangan persnya, Minggu (3/4).

Mulyanto mengatakan selain bertindak di luar kewenangan, Luhut Binsar juga membeberkan teror ke rakyat. Sebab, ujar dia, ucapan Luhut Binsar tentang potensi kenaikan tarif BBM jenis pertalite, premium, dan gas LPG 3 kilogram, itu bisa meresahkan rakyat.

Baca Juga  Ustaz Das’ad Latif: Unfollow Akun Nikita Mirzani, Blok Kontennya

“Soal minyak goreng saja belum selesai, lalu kelangkaan solar dan pertalite. Ini semua makin menekan kehidupan harian mereka (rakyat, red),” ungkap dia.

Mulyanto berharap ke depan Luhut tidak membuat teror ke rakyat dengan mengucap potensi ke­nai­kan harga.

“Jangan terlalu banyak mengobral berbagai ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok yang akan membuat masyarakat resah,” beber Mulyanto.

Sebelumnya, Menko Marves Luhut Binsar memberi sinyal kenaikan harga pertalite hingga gas melon. Pemerintah, kata dia, akan melakukan perhitungan dengan cermat dan melakukan sosialisasi terkait rencana kenaikan ter­sebut.

 Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih lanjut soal rencana tersebut. “Ove­rall akan terjadi (ke­nai­­kan) nanti pertamax, per­talite, kalau premium belum. Juga gas yang 3 kg (akan naik). Jadi, bertahap, 1 April, nanti Juli, September, itu nanti bertahap akan dilakukan oleh pemerintah,” kata Luhut Binsar ditemui seusai meninjau Depo LRT Jabodebek di Jatimulya, Bekasi Timur, Jawa Barat, Jumat (1/4). (ast/jpnn)