PAYAKUMBUH/50 KOTA

Maju Pada Pilwanag, Wandrizal Usung Tagline ”Ampalu Bangkit”

0
×

Maju Pada Pilwanag, Wandrizal Usung Tagline ”Ampalu Bangkit”

Sebarkan artikel ini
PENGRAJIN TENUN— Wandrizal serap aspirasi pengrajin tenun songket sebelum mendaftar sebagai bakal calon Wali Nagari Ampalu.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Wandrizal (48), salah seo­rang tokoh muda anak Nagari Ampalu, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Li­ma Puluh Kota, menjadi bakal calon wali nagari Ampalu yang pertama mendaftar, pada Jumat (1/4), kemarin selepas sholat jumat di Kantor Wali Nagari Ampalu. Dengan penuh optimis dan yakin, usai makan siang dan meminta doa restu ibunya, Wandrizal, melangkah menuju kantor Wali Nagari Ampalu, yang berjarak 200 meter dari rumah orangtua­nya. Dengan membawa map berisi berkas surat-surat sebagai syarat pendaftaran bakal calon wali nagari, syarat pen­daftarannya resmi diterima panitia pemilihan walnag.

Wandrizal, mengaku terdorong untuk maju menjadi Wali Nagari Ampalu, karena keinginan untuk berbuat dan membangun kampung halaman lebih baik dan sejajar de­ngan nagari-nagari yang telah maju sebelumnya. Dengan slogan Nagari Ampalu “Bangkit”, dirinya bakal mengembangkan potensi yang ada di Nagari.

“Ini suatu bukti keseriusa maju pada Pilwanag dan ber­tekad akan membawa Nagari Ampalu ‘bangkit’,” sebut  Wandrizal kepada sejumlah wartawan usai menyerahkan sya­rat pendaftaran yang berlangsung di kantor Walinagari Ampalu, Jum’at (1/4) siang.

Dia menyebut, bila nanti masyarakat Nagari Ampalu memberikan amanah kepada­nya, sebagai Wali Nagari, dirinya bakal membangkitkan sektor UMKM seperti Tenun yang sudah hampir menjadi usaha rumahan bagi kaum ibu-ibu di Nagari Ampalu. Selain itu, juga sektor pertanian, dan keagamaan dengan mendo­rong berdirinya rumah tahfizh.

“Saya sudah siapkan Visi-Misi untuk membangun Nagari Ampalu ‘bangkit’. Salah satu konsep pembangunan yang telah Saya siapkan untuk membawa Nagari Ampalu ‘bangkit’ adalah bidang perberdayaan ekonomi masyarakat yang mayoritas petani dan bidang Usaha Kecil Menengah unggulan yakni tenun songket Ampalu,” ungkap Wandrizal.

Dia juga menyebutkan, ham­pir setiap rumah yang ada di Nagari Ampalu, utamanya kalangan ibu-ibu rumah tangga dan kalangan remaja a­dalah para pengrajin tenun songket. Dimana saat ini sudah tercatat sebanyak 400 orang lebih yang berusaha menenun songket Ampalu.

“Nagari Ampalu sebagai kawasan industri tenun song­ket terbesar di Kabupaten Limapuluh Kota, potensi ini harus diberdayakan dan para pengrajinnya harus mendapat perhatian khusus oleh peme­rintahan nagari, karena para pengrajin tenun songket ini adalah ‘mesin’ uang untuk mendukung ekonomi keluarga dan ekonomi nagari,” papar Wandrizal.

Diakui Wandrizal, jika nanti dia diberi amanah sebagai Walinagri, tekadnya sudah bulat akan memberikan duku­ngan dan dorongan penuh kepada para pengrajin tenun songket Nagari Ampalu yang menjadi andalan ekonomi ba­gi masyarakat Nagari Ampalu.

“ Terhadap pengrajin tenun songket yang ada di Nagari Ampalu, kita akan bantu memberikan dukungan modal usaha dan pembinaan Sumber Daya Manusian (SDM) para pengrajin termasuk dukungan terhadap pangsa pasar dengan cara melobi pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota, Propinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Pusat serta bapak angkat melalui program Co­rporate Social Responsibility (CSR) dengan pola kemitraan,” ujar Wandrizal.

Tidak hanya itu, ulas Wandrizal, jika nanti masyarakat Nagari Ampalu memberikan amanah kepada drinya sebagai Walinagari, dia juga bertekad akan memajukan sektor pertanian yang mayoritas adalah mata pencarian masyarakat Nagari Ampalu.

“ Kita akan berdayakan para petani Nagari Ampalu untuk ‘bangkit’ menjadi petani yang kuat. Kita akan menjadi garda terdepan untuk mendorong para petani untuk mendapatkan dukungan dengan cara melakukan pendekatan kepada pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota dan Pemerintah Propinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Pusat yang memiliki program pemberdayaan ekonomi petani,” pungkas Wandrizal. (uus)