METRO PADANG

Tradisi Balimau yang Sulit Dihapus

0
×

Tradisi Balimau yang Sulit Dihapus

Sebarkan artikel ini
Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Arfian.

PEMKO Padang tidak akan melakukan penutupan tempat pemandian umum atau lubuak-lubuak di Kota Padang yang diperkirakan menjadi lokasi tujuan warga untuk balimau jelang masuk Ramadhan. Tradisi balimau atau tradisi mandi jelang menunaikan ibadah puasa diketahui sudah menjadi kebiasaan sebagian warga sebelum masuk bulan puasa.

Plt Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Arfian mengatakan, sampai saat ini instruksi penutupan wisata pemandian belum ada dan masih boleh beroperasi. Hanya saja warga diimbau patuhi protokol kesehatan. Sebab, suasana masih dalam pandemi.

“Kita hanya melakukan pengawasan dengan Satpol PP dan lainnya,” ujar Arfian.

Sampai saat ini tradisi balimau tak bisa dihindari. Sayangnya, tradisi ini justru cenderung lekat dengan maksiat dan jauh dari manfaat. Padahal, sebetulnya, tradisi ini memiliki tujuan sebagai ajang bersih-bersih diri agar ibadah puasa bisa lebih optimal. Dulu, masyarakat minang melakukan balimau bersama keluarga, dengan cara mandi di tepian sungai. Mandi dilakukan dengan air yang dicampur jeruk nipis dan dilaksanakan sore hari atau selepas shalat Ashar.

Baca Juga  Andre Rosiade Bantu Becak Motor untuk Pemulung di Kuranji

Namun, makna dari tradisi ini dianggap mulai bergeser saat ini. Bila dulu kegiatan mandi di sungai dilakukan bersama keluarga mahram, saat ini tradisi balimau dilakukan muda-mudi yang yang belum ada ikatan keluarga. Belum lagi, muda-mudi ini mencari lokasi balimau yang jauh dari rumahnya.

“Kita tetap meminta warga untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita juga tidak bisa memastikan kondisi cuaca. Jika curah hujan tinggi, sebaiknya tidak usah pergi ke sungai untuk mandi balimau,” ulas Arfian.

Baca Juga  Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Desa Kampung Baru, Sijunjung

Di sisi lain, untuk kawasan objek wisata pantai seperti Pantai Padang, Pantai Air Manis dan lainnya juga tidak ditutup. Meski demikian, ma­sya­rakat diimbau berhati-ha­ti dan tidak terlalu euforia da­lam menyambut bulan suci Ra­madhan dengan cara man­di-mandi di sungai.

Ia juga mengingatkan kepada pengelola pemandian untuk tidak memberi kebeba­san pada pengunjung da­lam me­laksanakan tradisi Balimau serta jangan melebihi kapasitas. “Pengelola juga harus ingat­kan warga terapkan pro­kes. Agar klaster baru tidak mun­cul dan kesehatan warga ter­ja­mim,” ucapnya. Lalu, ba­gaimana wakil rakyat merespon ma­salah ini. (**)