METRO SUMBAR

104 Mahasiswa  STIT SB Pariaman Ikut KKN

0
×

104 Mahasiswa  STIT SB Pariaman Ikut KKN

Sebarkan artikel ini
PELEPASAN— Ketua STIT SB Pariaman Neni Triana melepas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Padangpariaman.

PARIAMAN, METRO–Sebanyak 104 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman mengikuti Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) ke -XXIV di wilayah Kabupaten Pa­dang Pariaman, Senin (28/3). “Dengan mengucapkan bismillah, kita lepas peserta Kukerta ke-XXIV STIT Syekh Burhanuddin Pariaman ke lokasi masing-masing,” kata Ketua STIT SB Pariaman Neni Triana saat pelepasan di Aula Syekh Burhanuddin Pariaman.

Ia mengatakan, dari jumlah mahasiswa yang mengikuti Kukerta terdiri dari dua prodi, yaitu mahasiswa dari prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) STIT SB Pariaman yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.

Baca Juga  Nagari Dituntut Transparan Gunakan Anggaran

Dikatakannya, pelepa­san mahasiswa diterima oleh Bupati Padang Pariaman yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padang Pariaman, Rifki Monrizal. Selanjutnya mahasiswa diserahkan pada Camat dan Wali Nagari lokasi Kukerta.

Selesai penyerahan, kata Neni, mahasiswa langsung dilepas ke lokasi Kukerta yang didampingi langsung oleh Dosen Pembim­bing Lapangan masing-masing. Pasalnya, mulai 29 Maret 2022 sampai 30 April 2022, mahasiswa akan me­laksanakan kegiatan di lapangan.

“Semoga kemuliaan Ramadan 1443 H ini dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi secara maksimal dan selalu dalam keadaan sehat wal afiyat,” kata Ke­tua STIT SB Pariaman.

Baca Juga  Mall Pelayanan Publik Payakumbuh, Dongkrak Layanan Digital

 Kepala Dinas Perhu­bungan Kabupaten Pa­dang Pariaman, Rifki Monrizal menyambut baik program STIT SB Pariaman yang menerjunkan mahasiswa untuk kuliah kerja nyata di Padang Pariaman. Diharapkan mahasiswa dapat menerapkan ilmu keislaman dan kependidikan yang telah didapat di kampus.

“Kuliah di STIT SB Pa­riaman memiliki banyak nilai plusnya. Selain me­nguasai ilmu-ilmu kedu­nia­an, juga ditempa dengan ilmu keislaman yang da­pat menjadi modal hidup du­nia dan akhirat,” ujarnya. (ozi)