METRO PESISIR

Pupuk Langka, Hasil Panen Merosot di Padangpariaman

1
×

Pupuk Langka, Hasil Panen Merosot di Padangpariaman

Sebarkan artikel ini
PERTEMUAN— Bupati Suhatri Bur saat melakukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi di Kantor Kementerian Pertanian untuk tindak lanjuti persoalan pertanian.

PDG.PARIAMAN, METRO–Masyarakat petani di berabagai kecamatan sam­pai saat ini masih me­ngeluh dengan persoalan kelangkaan pupuk. Bahkan hama juga menyerang lahan persawahannya, akibatnya hasil panen ma­syarakat jauh merosot. Lahan persawahn masya­rakat yang sering diserang hama tikus ada di Kenaga­rian Paritmalintang, Pakandangan dan Lubuk Pandan. Sejalan dengan itu petani juga kesulitan untuk me­ndapatkan pupuk. Akibatnya, hasil panen merosot.

Sementara Dinas Pertanian dan Ketahanan Pa­ngan Kabupaten Padangpariaman tetap memperbaiki sarana para sarana pertanian, seperti pembangnan irigasi untuk la­han persawahan dan pembangun embung di Kecamatan V Koto Kampung Dalam untuk aliran persawannya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman, Yurisman mengakui persoalan tersebut. Namun, ia tetap melengkapi sarana para sarana de­ngan dana APBDdan APBN. “ Sayangnya, dana untuk lebih jauhnya masih ku­rang. Kita akan tetap usahaka mendapatkan dana APBN seperti pembangu­nan embung ini,” kata Yu­risman.

Katanya, embung yang dibangun untuk mengairi sawah yang selama ini memanfaatkan air tadah hujan, karena itulah pem­kab membangun dua embung di Kecamatan V Koto Kampung Dalam yang da­nanya berasal dari APBN pada 2021 dengan nilai dana masing-masingnya sekitar Rp120 juta. “Embung tersebut dibangun untuk mengairi sawah yang selama ini memanfaatkan air tadah hujan,” katanya.

Ia menyebutkan satu embung tersebut dapat mengairi sampai 20 hektare sawah dan diharapkan dengan adanya penampung air itu maka petani dapat menggarap sawah minimal dua kali setahun.

Dikatakan,  embung tersebut saat ini telah be­­roperasi dan dimanfaatkan petani untuk mengairi la­han persawahan. Diharapkan dengan suplai air untuk sawah lancar maka produksi padi meningkat sehingga dapat mening­katkan perekonomian pe­tani. “Kalau lahan persawahan menggunakan air tadah hujan maka hasilnya tidak baik (tak maksimal), katanya.  Selain itu pemilihan lokasi pembangunan embung tersebut yaitu di sawah yang jauh atau tidak ada jaringan irigasi yang dibangun pemerintah.

Disebutkan  pemerintah membangun embung di daerah dekat perbukitan dengan mengumpulkan dan menampung air dari perbukitan yang nantinya disalurkan ke lahan persawahan. “Pembangunan embung tersebut juga me­rupakan permintaan dari kelompok tani,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakan, banyak sawah di Padangpariaman yang memerlukan embung dan dam parit karena banyak terdapat perbukitan dan tidak dilalui irigasi.  Ia menyebutkan adapun kecamatan yang sawahnya banyak berada di perbukitan yaitu V Koto Kampung Dalam, V Koto Timur, Sungai Garinggiang, IV Koto Aur Malintang, Padang Sago, Patamuan, dan sebagian Batang Ga­san.  “Kita akan terus berupaya membantu petani di daerah itu salah satunya membangun embung untuk mengairi sawah agar produksinya meningkat. Begitu juga persoalan ha­ma dan kelangkaan pupuk,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Suhatri Bur telah melukan pertemuan dengan Wakil Menteri Pertanian RI Harvick Hasnul Qolbi di Kantor Kementerian Pertanian untuk tindak lanjuti persoalan pertanian dalam daerahnya.  “Semoga hasil pertanian ke depan meningkat sesuai dengan visi dan misi menjadikan Pa­dangpariaman Berja­ya,” pungkasnya. (efa)