BUKITTINGGI, METRO–Kementrian Agama (Kemenag) Kota Bukittinggi tetap melaksanakan sosialisasi pendaftaran, pembatalan dan pelimpahan nomor porsi jemaah haji. Ssialisasi ini dibuka secara resmi Kakan Kemenag Bukittinggi di Aula KUA MKS, Jumat (25/3)
Kepala Kantor Kemenag Bukittinggi Kasmir menjelaskan, sosialisasi pendaftaran, pembatalan dan pelimpahan nomor porsi jamaah haji, penting dilaksanakan untuk memberikan informasi yang jelas terhadap calon jamaah haji. Sehingga apapun bentuk keputusan dari pemerintah Arab Saudi nantinya.
“Hingga kini, belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi tentang pelaksanaan keberangkatan naik haji tahun ini. Untuk itu, kita siapkan tiga opsi untuk diterangkan kepada warga, berangkat dengan kuota penuh, kuota terbatas dan tidak berangkat sama sekali. Jika nantinya bisa berangkat, Insya Allah keberangkatan jamaah nantinya tanggal 5 Juni 2022 mendatang,” jelas Kasmir.
Untuk itu, ujar Kasmir, dilakukan sosialisasi untuk seksi keagamaan masing masing kelurahan dan kecamatan, niniak mamak, serta sejumlah stakeholder lainnya.
“Tujuannya tentu agar informasi dapat lebih disebarluaskan kepada masyarakat,” tambah Kasmir.
Sementara, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tri Andriani Djusair menjelaskan, untuk pembinaan jemaah haji dalam negeri, manasik haji tingkat KUA kecamatan, dilakukan sebanyak 8 kali (luar Jawa) dan 6 kali (wilayah Jawa). Manasik tingkat Kakan Kemenag Kota dilakukan 2 kali dengan panduan buku manasik haji.
Syarat pendaftaran haji, beragama Islam, usia pendaftaran minimal 12 tahun, KTP, KK, akta kelahiran, memiliki rekening atas nama jemaah reguler. Untuk proses daftar, calon jemaah haji lakukan setoran awal ke bank, untuk mendapatkan nomor validasi yang kemudian diantar ke Kantor Kemenag.
“Calon Jamaah Haji (CJH) juga bisa mendaftar secara online pada aplikasi haji pintar. Pendaftaran itu, juga dapat dilakukan setelah melakukan penyetoran awal ke bank, kemudian konfirmasi melalui aplikasi haji pintar dan akan mendapatkan keterangan nantinya terkait status, melalui email,” jelas Tri.
Untuk daftar tunggu, warga Bukittinggi daftar tahun ini, diperkirakan dapat berangkat 22 tahun mendatang. (pry)






