AGAM/BUKITTINGGI

Indra Yulis: “Kalau Tidak Ada BPJS Kesehatan, Mungkin Saya Tak Berobat”

0
×

Indra Yulis: “Kalau Tidak Ada BPJS Kesehatan, Mungkin Saya Tak Berobat”

Sebarkan artikel ini
yulis
Indra Yulis.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Indra Yulis (48), warga Sarilamak, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Su­matera Barat, menyebut kalau tidak ada kartu BPJS Kesehatan dari Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota, maka bisa dipastikan dirinya tidak bisa berobat kerumah sakit, sebab tak memiliki biaya.

Hampir 15 tahun diri­nya mengalami sakit, ba­tuk. Pernah memakan obat rutin selama enam bulan, kemudian sehat. Namun, Lima tahun kemudian penyakitnya kembali kambuh. Tetapi Indra Yulis atau akrab disapa In, tetap melakukan aktivitas sehari-hari. Dengan penghasilan pas-pasan bahkan jauh dari cukup, In pesimis bisa berobat kefasilitas kesehatan, karena biaya berobat sangat mahal.

“Kalau tidak ada kartu BPJS Kesehatan, mungkin saya tak berobat. Untuk belanja saja payah. Karena saya pernah makan obat rutin, kemudian sehat. Tetapi Lima tahun kemudian kambuh lagi. Sejak saat itu, dengan kerja serabutan ini saya agak pesimis bisa berobat, ka­rena tidak ada biaya,” sebut In, saat berbincang dengan wartawan disela-sela akti­vitas sehari-hari­nya.

Baca Juga  HIPMI Siap Majukan Dunia Usaha, Gelar Silaturahmi Bersama Bupati Andri Warman

Harapan In, untuk bisa sehat dan berobat kefasi­litas kesehatan akhirnya terwujud setelah sejak Dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota,  memberikan kartu JKN-KIS kepadanya. De­ngan bermodal itu dan dorongan sahabat dan teman serta keluarga kemudian In mulai datang be­robat kepuskesmas dan akhirnya dirujuk ke RSUD Adnan Wd Payakumbuh.

Di RSUD dirinya menjalani pemeriksaan dan akhirnya diberikan obat. Bahkan harga-harga obat yang diberikan dokter kepadanya, ternyata mahal-mahal. Beruntung dirinya memiliki kartu JKN-KIS, sehingga tidak membayar sedikitpun. “Ada obat hi­sap, semprot. Untuk obat hisap saja, kata Dokter harganya 500 ribu satu. Untung ibuk pakai BPJS Kesehatan, kalau tidak ini harganya 500 ribu satu,” ungkap In menirukan kata dokter tempat dirinya berobat.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Tinjau Vaksinasi Ratusan Pelajar

Hari ini kemana-mana dirinya selalu membawa obat, jika sewaktu-waktu penyakitnya kambuh, bisa langsung diatasi dengan obat yang ada. Dirinya mengaku sangat bersyu­kur bisa berobat gratis dan kondisinya sedikit le­bih baik. Dia juga menyebut, pelayanan di fasilitas kesehatan juga sangat baik, dengan pelayanan yang ramah dan memuaskan.

Kini In, sudah bisa berobat dimana saja di fasilitas kesehatan tanpa harus membayar. Dia menyampaikan ucapan terima­kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota yang sudah memberikan kartu JKN-KIS kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Dia juga berterimakasih kepada BPJS Kesehatan dan fasilitas kesehatan yang memberikan pelayanan yang memuaskan. (uus)