SOLOK/SOLSEL

Pelaku Usaha UMKM Kota Solok Dituntut Mampu Bersaing

0
×

Pelaku Usaha UMKM Kota Solok Dituntut Mampu Bersaing

Sebarkan artikel ini
HADIRI RAKOR— Wawako Solok, Dr Ramadhani Kirana Putra menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) public hearing dan temu konsultasi pendampingan PPH.

SOLOK, METRO–Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra mengharapkan, agar usaha ekonomi masyarakat produktif dapat berkem­bang dan bersaing, pelaku Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM) siap dengan sumber daya manusia (S­DM) terutama menguasai teknologi informatika. Per­kembangan teknologi sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan usaha masyarakat jika dimanfaatkan.

“Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi konsumen saya ha­rapkan pemerintah dan pihak terkait terus mendo­rong percepatan sertifikasi halal bagi produk UMKM. Menurut saya produk ­yang dilakoni oleh masyarakat di Kota Solok diharapkan mam­pu menembus pasaran hingga ke luar daerah,” ujar Ramadhani.

Rahmadhani melihat untuk mewujudkan program percepatan sertifikasi halal tersebut, BPJPH terus melakukan sejumlah upaya. Di antaranya de­ngan menyiapkan pen­dam­ping PPH yang dibutuhkan dalam pelaksanaan sertifikasi halal produk UMKM.

Dan dengan adanya sertifikasi halal diharapkan produk UMKM terus dapat berkembang. Sertifikasi halal sangat penting bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, sebagai bentuk jaminan kehalalan sekaligus menjadi nilai tambah bagi produk agar berdaya saing tinggi.

Baca Juga  Diserahkan Langsung GM Grandmedia Solok, Wawako Terima Paket Buku dan Alat Tulis

Namun menurutnya, pelaku UMKM harus mampu menjadi eksekutor pe­ningkatan ekonomi didae­rah dan tidak menjadi pe­nonton dalam perkembangan yang saat ini menuntut pemanfaatan teknologi termasuk dalam mema­sarkan produk.

Perlunya penguasaan teknologi bagi pelaku usaha agar usaha ekonomi masyarakat dapat bersaing dipasaran sudah menjadi kebutuhan. Pemko Solok lanjutnya mendukung pelaku usaha diberbagai bidang yang mereka geluti. Salah satu bentuk keseriusan dengan memajukan Kesejahteraan UMKM dan KOPERASI di daerah ini.

“Apalagi cukup banyak asosiasi yang didirikan oleh pelaku usaha. Diha­rapkan dengan adanya Asosiasi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, mengolah ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil, meningkatkan kesejah­te­ra­an masyarakat Kota Solok,” tambah Ramadhani.

Baca Juga  Pahami Konsumsi Pangan yang Aman

Semakin banyak pelaku UMKM merupakan salah satu potensi pertumbuhan ekonomi di Kota Solok. Apalagi kedepannya jika dibangun beberapa mega proyek yang otomatis akan berpengaruh terhadap per­tumbuhan ekonomi masya­rakat.

Namun demikian, ia mengatakan, salah satu kelemahan yang masih dialami oleh UMKM dan koperasi dalam mengembangkan usahanya adalah lemahnya pangsa pasar produk. ?Ketatnya persai­ngan pasar dan banyaknya jumlah pelaku UMKM yang belakangan ini bermunculan, mendorong sebagian dari pelaku UMKM mulai memutar otak dan mencari strategi baru untuk memenangkan persa­i­ngan.

Menurut dia, untuk meng­hadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif, penguasaan pasar merupakan prasyaratan untuk me­ningkatkan daya saing. Pemko Solok melalui Dinas Koperindak berupaya untuk memfasilitasi kerjasama kemitraan antara pe­laku UMKMdengan pe­ngu­saha tingkat provinsi/nasional. (vko)