PAYAKUMBUH, METRO–Jumlah masyarakat yang masuk sekolah paket di Kota Payakumbuh tiap tahunnya mengalami peningkatan, baik Paket A, B maupun Paket C. Dari data saat ini, jumlah mereka yang mengikuti sekolah Paket di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kembang Delima Kota Payakumbuh mencapai 250 orang, jumlah itu naik sekitar 50 orang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Mereka yang mengikuti sekolah Paket itu juga mulai beragam, baik laki-laki maupun perempuan serta berasal dari latar belakang berbeda. Ada yang putus sekolah karena tidak ada biaya, broken home, malas hingga berhenti sekolah karena terlilit kasus Narkoba maupun obat-obatan terlarang.
Hal itu diungkapkan Penyelenggara Sekolah Paket PKBM Kembang Delima Kota Payakumbuh, M. Syafni “Ujang” Arifin Senin (21/3) saat pelaksanaan Ujian Paket Kesetaraan (UPK) paket C setara SMA yang di gelar di salah satu SMK swasta di Kawasan Tanjung, Kecamatan Payakumbuh Barat.
“Benar, untuk minat masyarakat yang mengikuti sekolah Paket di PKBM Kembang Delima tiap tahun terus meningkat, untuk saat ini peserta didik yang mengikuti ujian mencapai 168 orang dengan rincian di Paket A mencapai 29 orang, Paket B 68 dan Paket C 71 orang,” sebutnya.
Ia juga menambahkan, jumlah peserta didik di PKBM Delima saat ini mencapai angka 250 orang yang meliputi Paket A (Setara Sekolah Dasar.red) Paket B (SMP) dan Paket C (setara SMA). Ia berharap jumlah tersebut tiap tahunnya bisa meningkat, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang tidak tamat sekolah.
“Tentu kita berharap jumlah peserta didik di PKBM Delima terus meningkat, masyarakat Payakumbuh yang tidak tamat sekolah karena berbagai alasan kita dorong untuk ikut mengikuti pendidikan di sekolah yang beralamat di Kelurahan Balai Kaliki Kecamatan Payakumbuh Utara,” tutupnya. (uus)





