SOLOK/SOLSEL

DPKUKM Kota Solok Gelar FGD Evaluasi Pengembangan IKM 

0
×

DPKUKM Kota Solok Gelar FGD Evaluasi Pengembangan IKM 

Sebarkan artikel ini
TINJAU AKSES— Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra meninjau sarana jalan akses menuju pemukiman warga di salah satu kelurahan di Kota Solok.

SOLOK, METRO–Pemerintah Kota (Pemko) Solok melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi, Usaha Kecil dan Mene­ngah (DPKUKM) menggelar Focus Group Discussion (FGD). Diskusi me­ngenai Evaluasi Pengembangan Industri Kecil dan Menengah sengaja dilakukan guna mencari solusi atas berbagai persoalan. Narasumber dihadirkan dari Universitas Andalas Eka Candra. Selain itu juga hadir Ketua KADIN Kota Solok H Darlius.

Wakil Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra awali sambutannya dengan apresiasi kepada OPD atas terselenggaranya ke­giatan ini. “Semoga FGD ini dapat berjalan dengan baik dan lancar serta hasilnya akan bermanfaat bagi kita semua terutama dalam upaya kifa menumbuh kem­bangkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Solok,” ungkap Darlius.

Dikatakan, dirinya menyampaikan bahwa pe­ngem­bangan industri me­rupakan suatu jalur kegiatan untuk peningkatan ke­sejahteraan dalam arti tingkat hidup yang lebih maju maupun taraf hidup yang lebih bermutu. Industrialisasi tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia dan kemampuan untuk memanfaatkan sumber daya alam serta sumber daya yang lainnya.

Ramadhani juga me­ngakui, industrialisasi sebagai bentuk usaha untuk meningkatkan produktivitas tenaga manusia disertai usaha untuk meluaskan ruang lingkup kegiatan manusia.  “Perkembangan di sektor industri adalah salah satu sasaran pembangunan di bidang eko­nomi pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif mandiri, maju dan berdaya saing. Karena di bidang ini sektor industri mampu men­ciptakan lapangan u­saha, sehingga mampu memperluas lapangan kerja, dan pada akhirnya da­pat meningkatkan standar kesejahteraan hidup ma­syarakat,” ucap Rama­dhani.

Ramadhani ungkapkan Untuk menumbuhkan Industri skala kecil yang telah terbukti menjadi katup pengamanan perekonomian nasional dan motor pe­mulihan ekonomi pada ta­hun-tahun awal kita krisis. Pelaku Industri kecil menengah yang merupakan pelaku ekonomi utama di Indonesia, namun produktifitasnya yang diukur de­ngan nilai tambah per te­naga kerja sangat jauh tertinggal dengan usaha besar.

”Penyebabnya diduga adalah faktor kewirausahaan, skala usaha dan pilihan sektor usahanya yang relatif tidak tepat. Sebagian besar pelaku IKM berada pada sektor yang ku­rang produktif dan jenuh, serta tidak berbasis iptek,” nilai Ramadhani.

Misalnya pertanian ta­na­man pangan, sektor perdagangan dan restoran, sehingga produktifitasnya relatif rendah. Untuk itu, upaya pertumbuhan unit usaha baru khususnya u­saha unit kecil dan mene­ngah yang berbasis pengetahuan dan teknologi perlu terus didorong dan di­kembangan. Meningkatnya jumlah Pelaku IKM yang berbasis pengetahuan dan teknologi akan meningkatkan produktivitas dan daya saing IKM pada masa men­datang sekaligus mening­katkan daya saing dan daya tahan perekonomian nasional,” tambahnya.

Pada saat ini melalui Dinas PKUKM Kota Solok telah melakukan kegiatan-kegiatan berupa peningkatan SDM bagi kelompok IKM yang baru tumbuh yang telah ada yaitu berupa pelatihan, pemberian bantuan berupa peralatan usaha, dan melakukan pen­dampingan yang be­kerja­sama dengan perguruan tinggi Universitas Andalas melalui Saint Te­chno Park.

Sebelumnya, Kadis Per­dagangan  dan Ko­perasi, Usaha Kecil dan Mene­ngah Zulferi dalam laporannya menyebutkan tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan sinergitas kinerja yang efektif dan berdaya saing. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat me­ningkatkan UKM yang berbasis Pengetahuan dan teknologi pada masa mendatang serta dapat me­ningkatkan eko­no­mi nasional. (vko)