PADANG, METRO – Diduga akibat percikan api saat memotong besi, gudang penyimpanan mesin genarotor set (genset) yang ada di pabrik roti Asia Biskuit, di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kecamatan Koto Tangah ludes terbakar, Sabtu (24/11) sekitar pukul 10.30 WIB. Beruntung dalam kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Diketahui, pabrik roti tersebut tidak lagi beroperasi sejak beberapa tahun belakangan dan sudah ditutup. Namun, asap tebal yang membubung dan besarnya api yang melahap gudang yang itu sempat membuat masyarakat setempat heboh. Namun, api berhasil dipadamkan setelah 3 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi.
Informasi yang dihimpun, kebakaran itu terjadi berawal ketika salah seorang penjaga pabrik tersebut memotong besi menggunakan alat pemotong (gerinda). Namun, saat itu percikan api dari pemotongan besi itu menyambar tangki bahan bakar minyak (BBM) genset yang ada di dalam gudang.
Saat itu juga api langsung membesar. Penjaga pabrik berlari keluar gudang penyimpanan genset itu untuk menyelamatkan diri. Melihat api yang semakin membesar dan mengeluarkan asap tebal, membuat warga setempat berdatangan ke lokasi.
Salah seorang warga kemudian memberitahukan kejadian itu kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk membantu memadamkan api. Berselang beberapa menit, mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung memadamkan api.
Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Basyril mengatakan bangunan yang terbakar tersebut merupakan ruang penyimpanan genset pabrik roti yang saat ini sudah tidak beroperasi lagi. Diduga penyebabnya percikan api yang bersumber dari pemotongan besi.
“Informasinya percikan api mengenai tangki genset yang berisikan BBM. Api dengan cepat membesar karena banyaknya BBM genset. Api hanya membakar ruangan itu saja dan tidak menyambar ke bangunan pabrik,” kata Basyril.
Basyril menjelaskan api bisa diapadamkan sekitar 60 menit, dengan jumlah armada tiga unit. Dalam kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir puluhan juta. Selain itu, dalam melakukan pemadaman memang ditemukan adanya kendala.
“Lokasinya sangat sempit sehingga menyulitkan kita untuk memadamkan api. Selain itu, karena yang terbakar tangki BBM, kita mencampur air dengan deterjen. Setelah dipadamkan kita tetap melakukan penyiraman untuk mengantisipasi timbulnya api susulan,” pungkasnya. (rgr)





