BERITA UTAMA

Tim Polda Sumbar Sidak ke Pabrik Minyak Goreng di Kota Padang, Kombes Pol Adip: Stok Dipastikan Aman dan Mencukupi

1
×

Tim Polda Sumbar Sidak ke Pabrik Minyak Goreng di Kota Padang, Kombes Pol Adip: Stok Dipastikan Aman dan Mencukupi

Sebarkan artikel ini
SIDAK— Dirreskrimsus Polda Sumbar Kombes Pol Adip Rojikan berbincang dengan staf Pabrik PT Incasi Raya saat sidak.

PADANG, METRO–Tim Direktorat Resere Kriminal Khusus (Ditres­krimsus) Polda Sumbar melakukan inspeksi men­dadak (sidak) ke pabrik minyak goreng PT Incasi Raya di Jalan Bypass Lubuk Begalung, Kota Padang, Kamis (17/3). Sidak terse­but bertujuan menjaga kes­tabilan harga dan keterse­diaan minyak goreng, serta antisipasi penimbunan.

Di Pabrik PT Incasi Ra­ya, sidak tersebut dipimpin Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumbar, Kom­bes Pol Adip Rojikan. Se­telah mencek secara lang­sung, Kombes Pol Adip me­mastikan tidak mene­mukan ada kendala soal keter­se­diaan minyak goreng.

“Sidak yang dilakukan untuk menyikapi kelang­kaan minyak goreng di pasaran. Kami lakukan sidak ke pabrik minyak goreng PT Incasi Raya di Bypass Lubuk Begalung dan PT Wilmar. Hasilnya ketersediaan minyak go­reng dipastikan aman dan mencukupi,” ungkap Kom­bes Pol Adip.

Dijelaskan Adip, selain PT Incasi Raya, pihaknya juga sudah melakukan si­dak ke PT Wilmar. Bahkan, pihaknya juga mengambil sampel ke tingkat bawah salah satu retail modern, sehingga dapat dipastikan dari produsen, distributor sampai ke bawah tersedia minyak goreng.

Baca Juga  KPU Tetapkan 4 Pasangan Cagub dan Cawagub Sumbar, Berebut Suara di Tengah Pandemi Covid-19

“Di tingkat pengusaha tidak ditemukan kelang­kaan, dan produksi minyak goreng di pabrik juga normal. Jadi diduga aliran ke bawahnya yang mungkin terjadi penyimpangan,” sebutnya.

Melihat kondisi di distributor yang saat ini tidak kekurangan stok minyak goreng, seharusnya kata Kombes Pol Adip tidak me­nimbulkan kelangkaan di pasaran. Untuk itu, jika ada yang bermain-main dengan melakukan pe­nyimpangan saat mem­beli minyak go­reng ini de­ngan tujuan me­num­puk­nya, ma­ka akan ber­ha­dapan de­ngan kepolisian.

“Ini yang kami waspa­dai, ketika di distributor ketersediaan minyak go­reng ini banyak, namun saat di lapangan terjadi ke­lang­kaan. Kalau memang ada yang coba-coba me­nim­­bunya, maka berhada­pan dengan kami,” tuturnya.

Baca Juga  263,3 Kg Ganja Gagal Beredar di Sumbar, Tiga Kurir Ditangkap, Dibawa dari Panyabungan, Ngaku Dapat Upah Rp 300 Ribu per Kg

Sementara itu, salah seorang staf Manajer PT Incasi Raya, Johan meng­ungkapkan, produksi mi­nyak goreng saat ini ber­jalan normal seperti biasa. Menurut­nya, produksi un­tuk minyak goreng kema­san 300 ton perhari dan minyak goreng curah 600 ton perhari.

“Jumlah produksi seba­nyak itu seharusnya bisa mencukupi kebutuhan ma­syarakat Sumbar. Tidak pernah ada kelangkaan sampai saat ini,” bebernya.

General Manajer PT Incasi Raya, Ayrton Ang­ria­wan menjelaskan, meski produksi sebanyak itu per harinya, tidak semua bisa tersalurkan langsung. Se­bab, butuh proses pemua­tan dan pengangkutan.

“Yang tersalurkan itu setiap hari 200 ton perhari untuk minyak goreng ke­ma­san dan dan 200 ton un­tuk minyak goreng curah. Kami dari langganan tidak membatasi, cuma kami ada penambahan pelanggan yang baru namun tidak dikasih karena kami tidak tahu tujuannya apa,” tu­kasnya. (*/rgr)