AGAM/BUKITTINGGI

Pastikan Revitalisasi Danau Maninjau Berjalan Maksimal, Bupati Agam Jemput Bola ke Kemenko Marves

1
×

Pastikan Revitalisasi Danau Maninjau Berjalan Maksimal, Bupati Agam Jemput Bola ke Kemenko Marves

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGI KEMENKO MARVES— Bupati Agam Andri Warman beraudiensi dengan Kemenko Marves membahas kepastian revitalisasi Danau Maninjau, yang belum berjalan dengan maksimal.

AGAM, METRO–Untuk menindaklanjuti persoalan penyelamatan Danau Maninjau yang cukup strategis keberadaannya untuk masa mendatang, Pemkab Agam jemput bola ke pemerintahan pusat. Buktinya,  Bupati Agam Andri Warman lakukan audiensi dengan Kemenko Maritim dan Investasi (Marves) RI Luhut Binsar Panjaitan (LBP)  membahas kepastian revitalisasi Danau Maninjau di Jakarta, Rabu (16/3).

Kedatangan bupati yang akrab disapa AWR ini disambut Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehuta­nan, Dr Nani Hendiarti. Dalam pertemuan yang cukup hangat itu AWR me­nyampaikan, bahwasanya revitalisasi Danau Maninjau hingga saat ini belum berjalan dengan baik. Sehingga ia datangi langsung Kemenko Marves untuk minta dukungan dalam penyelamatan danau ini.

“Sebab kenyataannya kini Keramba Jaring Apung (KJA) yang rencana akan ditertibkan itu belum terlaksana dan semakin mem­perburuk kondisi akibat sisa pakan ikan yang terus menumpuk di dasar danau,” ujar AWR.

Untuk itu, ia minta dukungan pada Kemenko Mar­ves agar dapat berikan penegasan dalam melakukan penindakan pengurangan KJA tersebut. Dalam kesempatan itu, bupati juga meminta kepastian pe­ngerukan deposal atau sisa pakan ikan yang me­numpuk di dasar Danau Maninjau.

Sebelumnya, Pemprov Sumbar melalui SKPD terkait juga telah mendukung program Pemkab Agam dalam melakukan revitalisasi Danau Maninjau. Ka­rena Danau Maninjau ini merupakan salah satu da­nau yang cuku strategis ke­bera­daa­nya untuk pere­konomian masyarakat Agam dan Sumbar umumnya. Terutama di sektor pariwisata, cukup besar perananya dalam mendongkrak perekonomian masyarakat.

Akan tetapi dampak dari pencemaran yang diba­rengi dengan kematian massal ikan KJA da­lam musim tertentu, sehingga Danau Maninjau berdampak terhadap kunjungan wisata. Juga berdampak terhadap usaha perhotelan dan penginapan yang ada di selingkaran Danau Maninjau. Bahkan, belakangan hotel dan penginapan pada banyak yang tutup, menyusul se­pinya pengunjung.

Hal ini direspon Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, Dr Nani Hendiarti. “Kita akan lakukan dulu kajian hukum sebelum berikan dukungan penegasan pengurangan KJA ini,” kata Nani Hendiarti.

Masalah KJA ini terangnya, akan dirapatkan antar menteri, sedangkan untuk anggaran tahun ini sudah dianggarkan oleh Kementerian PUPR. (pry)