SAWAHLUNTO, METRO–Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) Kota Sawahlunto diminta untuk mendata kondisi aktual stok Minyak Goreng (Migor) yang ada di wilayah Kota Sawahlunto, Senin (14/3). Di antaranya meliputi pasar tradisional maupun di kios ataupun di warung.
Hal ini diungkapkan Kadis Koperindag Sawahlunto Mukhsis melalui WattsApp. Dia menjelaskan Senin sore (14/3) pihaknya diundang Kapolres untuk mengikuti wabinar Nasional bersama Mendagri dan Kapolri dengan seluruh Kapolda dan Kapolres.
Materi utama dalam webinar Nasional itu adalah untuk mengendalikan rantai distribusi migor. Dimulai dari produsen, distributor, agen dan pengecer.
Tujuannya untuk antisipasi kelangkaan minyak goreng dan antispasi kenaikan harga yang dikuatirkan akan berdampak yang luas. “Ya webinar ini menekankan kepada kita untuk segera memberikan data-data yang aktual stock Minyak Goreng pada wilayah masing-masing daerah dan tren harga yang berlaku saat ini di tingkat pengecer,” ujar Mukhsis.
Dia juga menambahkan, Insya Allah pada hari ini Rabu (15/3) akan dievaluasi untuk merumuskan masalahnya sekaligus langkah-langkah strategis untuk mengantisipasinya kelangkaan minyak goreng belakangan ini. Mukhsis menyebutkan kegiatan evaluasi tersebut akan dilaksanakan di Dinas Koperindag pukul 09.00 WIB hari Rabu (15/3) hari ini.
Ditambahkan Mukhsis, hal ini dalam langkah menyikapi masyarakat tapakiek karena kelangkaan minyak goreng di Kota Sawahlunto. Apalagi, menjelang masuknya bulan suci Ramadhan 1443 H, tentu diharapkan masyarakat jangan kesulitan mendapatkan barang kebutuhan pokok ini. (pin)






