METRO PADANG

Solar makin Sulit Didapat, Sopir Truk Antre Berjam-jam di SPBU Kota Pa­dang

0
×

Solar makin Sulit Didapat, Sopir Truk Antre Berjam-jam di SPBU Kota Pa­dang

Sebarkan artikel ini
SOLAR MASIH LANGKA— Kondisi antrean truk di SPBU Jalan Pitameh Kecamatan Lubeg, Selasa (15/3) pagi. Terlihat truk, dan kendaraan besar lainnya tak beraturan antreannya sehingga membuat kawasan ini makin macet, karena antrean sampai meluber ka badan jalan.

PITAMEH, METRO–Setelah dibuat merana dengan langka dan mahalnya minyak goreng (migor), kini solar pun makin mem­buat merana para sopir truk dan ken­daraan yang terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar di SPBU.

Hingga kini, antrean truk ang­kutan barang masih saja terjadi di sejumlah SPBU yang ada di Kota Pa­dang. Sejumlah SPBU seperti di Jalan By Pass, Jalan Pitameh Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Jalan Sawahan, SPBU Khatib, SPBU Hadis Didong, SPBU Aiatawa, SPBU Simpang Kalumpang hingga SPBU Adinegoro, Lubukbuuaya dan dan SPBU lainnya ter­lihat antrean panjang truk-truk meluber di badan ja­lan, Selasa (15/3).

Bahkan tak ayal an­trean truk angkutan yang cukup panjang dan melu­ber ke badan jalan tersebut membuat warga di pinggir jalan membuat pembatas di depan rumah dan toko­nya. Tujuannya, agar truk-truk tersebut tidak parkir antrian di depan rumah dan toko serta tempat usa­hanya.

Pantauan POSMETRO, antrean truk di sejumlah SPBU tersebut memiliki jadwal tertentu. Tergan­tung kapan adanya stok BBM jenis solar di SPBU tersebut. Seperti SPBU di Jalan By Pass, yang an­trean­nya sering terjadi siang hari.

Sementara, SPBU di jalan Pitameh, Kecamatan Lubeg antrean truk terjadi pada malam hari. Di SPBU jalan Sawahan, Khatib, Hadis Didong, Aiatawa dan Adinegoro, antrean truk terjadi pada sore hari hing­ga malam hari.

Organda Provinsi Su­matera Barat (Sumbar) me­minta agar pemerintah da­pat mencarikan solusi dari kondisi antrian panjang truk-truk angkutan barang di sejumlah SPBU di Kota Padang saat ini.

“Kita kok seperti belum menikmati kemerdekaan ya. Jika dulu uang ada tapi beras yang dibeli tidak ada. Sekarang uang ada tapi minyak yang dibeli tidak ada,” ungkap Ketua Divisi Angkutan Barang Organda Provinsi Sumbar, Syafrizal, kemarin.

Tidak dipungkiri, antrean truk angkutan di sejumlah pengisian BBM berbahan solar sering terjadi. Bahkan tidak hanya di tahun 2022 ini. Tapi juga sudah terjadi sejak sebelum Covid-19 melanda Sumbar. Namun, bertahun tahun kondisi ini terjadi, menurut Syafrizal tidak ada solusi dari pihak terkait dalam mengatasi persoalan ini.

Syafrizal mengungkapkan, kelangkaan BBM untuk truk ini berdampak cukup besar terhadap distribusi barang kebutuhan pokok dan logistik serta barang lainnya. Pasalnya, dengan antrean yang memakan waktu berjam-jam di SPBU akan berdampak keterlambatan barang yang diang­kut sampai di tujuan.

Keterlambatan ini jelas akan menimbulkan biaya operasional yang cukup besar. Sehingga akan berdampak kenaikan harga barang di tengah masya­rakat. Syafrizal mengingatkan pemerintah, pemerintah daerah, DPRD, maupun PT Pertamina dan siapun yang terkait dalam persoalan ini, agar dapat mencarikan solusi secepatnya.

“Dampaknya cukup besar bagi masyarakat. Hi­dup makin susah sejak pan­demic Covid-19 ini. Jangan biarkan kondisi ini ber­la­rut-larut yang akan me­nim­bulkan masalah baru. Apalagi saat ini memasuki bulan ramadhan. Jangan sampai kondisi ini berlanjut terus,” harapnya. (fan)