BERITA UTAMA

Bagikan Bantuan di Pasbar, Satu Relawan Gempa asal Padang Meninggal Dunia

0
×

Bagikan Bantuan di Pasbar, Satu Relawan Gempa asal Padang Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
RELAWAN MENINGGAL— Jenazah relawan gempa, Putra Dwi Wahyu (18) dinaikkan ke ambulans di Pasbar untuk diantarkan ke Kota Padang.

PASBAR, METRO–Seorang relawan gempa asal Kota Padang, Putra Dwi Wahyu (18) meninggal dunia saat mengantarkan bantuan untuk warga Kabupaten Pasaman Barat, Senin (28/2). Putra dikabarkan meninggal dunia saat berada di daerah Pinaga, Nagari Aua Kuniang, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten dan masyarakat Pasaman Barat mengucapkan duka yang mendalam atas meninggalnya salah seorang relawan yang membantu kami,” kata Sekretaris Daerah Pasaman Barat, Hendra Putra, Selasa (1/3).

Hendra yang sempat melepas keberangkatan jenazah Putra dari Rumah Sakit Yarsi Simpang Empat menuju Padang menambahkan, Pemda dan semua tim di Pasaman Barat mengucapkan terima kasih atas pengabdian almarhum untuk masyarakat.

“Kami berharap apa yang telah dilakukan almarhum untuk Pasaman Barat menjadi catatan amal ibadah di sisi Allah, karena meninggal saat berjuang demi kemanusiaan. Kami dari pemerintah daerah, bupati, wakil bupati dan jajaran serta masyarakat menitipkan salam kepada keluarga almarhum. Insya Allah kami akan mengunjungi keluarga beliau, karena beliau juga sudah berjuang untuk kami di Pasaman Barat,” ujar Hendra.

Hendra menuturkan, Putra datang mengantarkan bantuan untuk korban gempa bersama salah satu komunitas. Saat berada di salah satu tikungan jalan di Pinaga, korban mengalami kejang di atas mobil, kemudian dibawa ke ambulans MRPB yang kebetulan lewat di lokasi.

“Semoga keluarga diberi ketabahan, semua amal beliau selama membantu korban gempa di Bumi Mekar Tuah Basamo ini mendapat pahala berlipat ganda di sisi Allah,” ucap Hendra.

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Pasaman Barat Edi Murdani menyebutkan sebelum meninggal, Putra sempat membagikan bantuan ke masyarakat terdampak gempa di Kajai, Pasaman Barat.

“Usai membagikan bantuan, almarhum mengalami pusing-pusing. Kemudian rekannya membawa ke rumah sakit Yarsi Simpang Empat. Namun tiba di rumah sakit, tidak bernafas lagi,” kata Edi. (end)