METRO SUMBAR

Dampak Gempa, Rumah Wartawan Tak Luput dari Kerusakan

0
×

Dampak Gempa, Rumah Wartawan Tak Luput dari Kerusakan

Sebarkan artikel ini
JEBOL—Rumah Hendi, wartawan POSMETRO Padang sesudut dinding rumah bagian dalam jebol akibat gempa yang meluluhlantakkan wilayah Pasbar.

PADANG, METRO–Gempa yang melanda Pasaman Barat dan sekitarnya, Jumat pagi (25/2) dengan kekuatan 6,1 SR, juga berdampak kerusakan terhadap rumah warta­wan. Hendi salah seorang jurnalis yang bekerja di Harian POSMETRO Pa­dang, rumahnya mengalami kerusakan dengan ka­tegori rusak berat (RB). Bahkan, akibat gempa ter­sebut anak anak dan isteri juga mengalami trauma. Apalagi, pasca gempa ber­kekuatan 6 SR itu masih terdapat gempa susulan. Untuk sementara, Hendi dan keluarganya terpaksa me­ngungsi ke rumah keluarga terdekat, yang rumahnya tak mengalami kerusakan.

Kerusakan rumah Hendi meliputi, dinding kamar bagian dalam mengalami jebol dan loteng jebol karena tertimpa kuda kuda tembok yang rontok ke bawah. Tidak itu saja di sana sini kamar bagian dalam juga mengalami keretakan. Bahkan, retak retak dengan garis vertikal, kondisinya cukup lebar.

Dengan kerusakan rumah yang cukup berat, jika dikalkulasikan pria ini me­ngalami kerugian mencapai puluhan juta. Selain Hendi, rumah wartawan lainya yang berdomisili di Pasbar juga mengalami nasib yang sama.

Baca Juga  Leonardy Harmainy Pimpin PB Lemkari Secara Aklamasi

Plt Ketua PWI Kabupaten Pasaman Barat, Sur­yandika mengucapkan turut prihatin atas musibah gempa bumi yang terjadi di Bumi Tuah Basamo. Korbannya puluhan ribu jiwa, ribuan bangunan rumah warga serta fasilitas umum lainnya hancur dan rusak berat. Termasuk hunian sejumlah rekan-rekan jurnalis yang bertugas di Pa­saman Barat. Untuk itu Andika, panggilan Plt Ke­tua PWI berharap, agar Pemerintah Daerah serius menanggapi musibah yang terjadi ini, baik dalam masa tanggap darurat ini, maupun nantinya dimasa recovery.

Dimasa tanggap darurat ini, supaya tidak ada korban gempa yang tidak tersentuh bantuan. “Bantuan banyak mengalir dise­rahkan ke posko pemerintah daerah, supaya bantuan ini segera didistribusikan kepada para korban, jangan dibiarkan menumpuk di posko, para korban sangat membutuhkan ban­tuan itu saat ini,” ka­tanya.

Baca Juga  Diskominfo Tanahdatar Musnahkan Arisp

Di samping itu, Pemda juga sudah harus mempersiapkan data yang valid terhadap dampak kerusakan rumah-rumah warga. Sumber anggaran reco­very sedari kini sudah mes­ti dibincang pemerintah, baik kabupaten, pro­vinsi dan pusat.

“Dituntut kepiawain Bupati beserta jajaran untuk menarik anggaran ke Pasbar dalam rangka reco­very pasca gempa nantinya. Salah satunya melalui data yang valid. Jangan sampai ada korban yang tidak masuk data, apalagi dari rekan-rekan jurnalis” tegasnya.

Bantuan biaya rehap rumah nantinya sangat dibutuhkan para korban. Apalagi dimasa sekarang, ekonomi sedang sulit ditambah pula dalam masa pandemi covid 19. Jika tidak ada reksi cepat pemerintah, entah dimana nanti­nya para korban yang rumahnya mengalami kerusakan akan tinggal.  “Kita dari PWI akan mengawal terus pemerintah. Kita akan berjuang untuk semua, ter­khusus untuk rekan-rekan jurnalis Pasaman Barat yang menjadi korban gempa,” timpalnya. (boy)