PADANG, METRO–Gempa yang melanda Pasaman Barat dan sekitarnya, Jumat pagi (25/2) dengan kekuatan 6,1 SR, juga berdampak kerusakan terhadap rumah wartawan. Hendi salah seorang jurnalis yang bekerja di Harian POSMETRO Padang, rumahnya mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat (RB). Bahkan, akibat gempa tersebut anak anak dan isteri juga mengalami trauma. Apalagi, pasca gempa berkekuatan 6 SR itu masih terdapat gempa susulan. Untuk sementara, Hendi dan keluarganya terpaksa mengungsi ke rumah keluarga terdekat, yang rumahnya tak mengalami kerusakan.
Kerusakan rumah Hendi meliputi, dinding kamar bagian dalam mengalami jebol dan loteng jebol karena tertimpa kuda kuda tembok yang rontok ke bawah. Tidak itu saja di sana sini kamar bagian dalam juga mengalami keretakan. Bahkan, retak retak dengan garis vertikal, kondisinya cukup lebar.
Dengan kerusakan rumah yang cukup berat, jika dikalkulasikan pria ini mengalami kerugian mencapai puluhan juta. Selain Hendi, rumah wartawan lainya yang berdomisili di Pasbar juga mengalami nasib yang sama.
Plt Ketua PWI Kabupaten Pasaman Barat, Suryandika mengucapkan turut prihatin atas musibah gempa bumi yang terjadi di Bumi Tuah Basamo. Korbannya puluhan ribu jiwa, ribuan bangunan rumah warga serta fasilitas umum lainnya hancur dan rusak berat. Termasuk hunian sejumlah rekan-rekan jurnalis yang bertugas di Pasaman Barat. Untuk itu Andika, panggilan Plt Ketua PWI berharap, agar Pemerintah Daerah serius menanggapi musibah yang terjadi ini, baik dalam masa tanggap darurat ini, maupun nantinya dimasa recovery.
Dimasa tanggap darurat ini, supaya tidak ada korban gempa yang tidak tersentuh bantuan. “Bantuan banyak mengalir diserahkan ke posko pemerintah daerah, supaya bantuan ini segera didistribusikan kepada para korban, jangan dibiarkan menumpuk di posko, para korban sangat membutuhkan bantuan itu saat ini,” katanya.
Di samping itu, Pemda juga sudah harus mempersiapkan data yang valid terhadap dampak kerusakan rumah-rumah warga. Sumber anggaran recovery sedari kini sudah mesti dibincang pemerintah, baik kabupaten, provinsi dan pusat.
“Dituntut kepiawain Bupati beserta jajaran untuk menarik anggaran ke Pasbar dalam rangka recovery pasca gempa nantinya. Salah satunya melalui data yang valid. Jangan sampai ada korban yang tidak masuk data, apalagi dari rekan-rekan jurnalis” tegasnya.
Bantuan biaya rehap rumah nantinya sangat dibutuhkan para korban. Apalagi dimasa sekarang, ekonomi sedang sulit ditambah pula dalam masa pandemi covid 19. Jika tidak ada reksi cepat pemerintah, entah dimana nantinya para korban yang rumahnya mengalami kerusakan akan tinggal. “Kita dari PWI akan mengawal terus pemerintah. Kita akan berjuang untuk semua, terkhusus untuk rekan-rekan jurnalis Pasaman Barat yang menjadi korban gempa,” timpalnya. (boy)






