PAYAKUMBUH/50 KOTA

Setahun “Safari”, Budi Febriandi: Tak Ada Progres yang Signifikan, Politik Anggaran Belum Berpihak pada Masyarakat

0
×

Setahun “Safari”, Budi Febriandi: Tak Ada Progres yang Signifikan, Politik Anggaran Belum Berpihak pada Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Budi Febriandi
Budi Febriandi

LIMAPULUH KOTA, METRO–Pemerhati politik sekaligus tokoh masyarakat Lima Puluh Kota, Budi Febriandi, melihat belum ada progres yang signifikan kerja Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan Nakasri (Safari). Malah, energi “Safari” di tahun pertama dihabiskan hanya untuk me­mikirkan isu-isu yang tidak berguna, termasuk isu pecah kongsi Bupati dan Wakil Bupati.

Sejak dilantik Gubernur Sumbar pada 26 Februari 2021, ratusan ribu jiwa ma­syarakat Lima Puluh Kota yang tinggal di 13 Kecamatan di Lima Puluh Kota, menaruh harapan besar akan lahirnya perubahan di ta­ngan “Safari” untuk kesejahteraan masyarakat. Yang telah tertuang dalam visi-misi dan Rencana Pem­ba­ngunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Lima Puluh Kota Lima Tahun kedepan.

”Satu tahun perjalanan kepemimpinan “Safari”  be­­lum memperlihatkan per­­­kembangan yang signifikan bagi pembangunan di Lima puluh kota.  Mungkin kita dapat memahami dengan alibi  bahwa tahun pertama itu melanjutkan apa yang telah di­rencanakan oleh Kepala Daerah periode sebelumnya,” ungkap Budi Febriandi, kepada warta­wan.

Menurutnya, pada tahun pertama kepemimpinan Safari, disamping   menjalankan rencana yang sudah tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2021, hal yang paling penting di tahun pertama kepemimpinannya adalah melakukan konsolidasi internal dengan merestrukturisasi organisasi perangkat dae­rah sesuai dengan visi misi serta RPJMD. Namun, alih – alih nelakukan konsolidasi internal,  Safari malah disibuk dengan berbagai isu yang menguras energi, termasuk isu perpecahan Kepala Daerah dengan Wakil Kepala Daerah.

Baca Juga  Selesaikan Sengketa Pemilu, Bawaslu Payakumbuh Sosialisasi ke Parpol

”Bagaimana memasuki tahun kedua?.  Kita juga pe­simis memasuki tahun kedua kepemimpinan Safari  di Limapuluh Kota ini,  hal itu dapat dilihat dengan postur APBD 2022 yang belum memenuhi ekspektasi publik termasuk menjalankan program dan kegiatan  di tahun pertama RPJMD. Sebagai contoh,  disaat daerah memerlukan banyak anggaran untuk  pembangunan yang dibutuhkan masyarakat,  Pemerintah Daerah bersama DPRD malah sepakat mengalokasikan anggaran hibah yang cukup besar kepada instansi vertikal,” tutur Budi Febriandi

Menurutnya, untuk tahun 2023 mendatang, penyusunan postur APBD harus benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat banyak. Apalagi, saat ini kondisi perekonomian masya­rakat tengah sulit dengan semua harga-harga naik sementara hasil jual produksi pertanian masyarakat murah.  “Entah dengan alasan apapun,  hal ini jangan sampai terjadi lagi dalam pe­nyusunan APBD 2023. Selesaikanlah dulu urusan wajib pemerintah daerah dalam mengurus kepentingan warganya.  Ingatlah bahwa janji – janji pemimpin kepada warganya akan dimintakan pertanggungjawabannya ke­lak,” ucapnya.

Harusnya sebut Budi Fe­briandi, inisiator Sikolah Lapau Luak Limo Puluah ini, mestinya “Safari” fokus me­nyelesaikan program-program prioritasnya,  seperti pembangunan Ibu Kota Ka­bupaten (IKK), pemindahan sejumlah Dinas dan Badan yang masih berkantor diwilayah administrasi Kota Payakumbuh ke IKK Sarilamak. Termasuk pemba­ngu­nan koneksitas antar wi­layah dalam IKK dan IKK dengan Nagari – Nagari di Kabupa­ten Limapuluh Kota.
Belum lagi dibidang Pariwisata, Pertanian dan Perikanan, Agama, dan Pelayanan Publik. Menurutnya, bila harus diberikan nilai terhadap Satu tahun kepemimpinan Safari, hanya dapat nilai 50-60. Arti­nya, masih merah.  “Lun ado progress yang signifikan, dan politik anggarannyo pun belum berpihak kepada ma­syarakat. Kalau diberi nilai 50-60 baru,” sebutnya.

Baca Juga  Tinjau Tes Pelaksanaan PPPK, Wabup Lima Pu­luh Kota Janjikan Kesejahteraan Tenaga Honorer

Hal senada juga disampaikan Tokoh muda Ma­sya­rakat Lima Puluh Kota yang juga mantan Ketua KNPI Kabupaten Lima Puluh Kota priode 2017-2019, Bambang Nasrul, menurutnya belum terlihat progres Satu tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo-Rizki Kurniawan N da­lam mewujudkan visi-misinya dan RPJMD Lima Puluh Kota.

”Belum ada terlihat progres pencapaian visi misi pasangan Safari. Terutama terkait Lima program unggulan. Salah satunya seperti wajah ibu kota kabupaten, yang tidak ada perubahan sama sekali sesuai visi-mi­sinya. Kemudian terhadap program lainnya yang juga menjadi prioritas,” ucapnya singkat. (uus)