METRO SUMBAR

Dokter Dian Paparkan Bahaya LGBT, 78 Persen Pelaku Derita Penyakit Menular

0
×

Dokter Dian Paparkan Bahaya LGBT, 78 Persen Pelaku Derita Penyakit Menular

Sebarkan artikel ini
dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP

PDG.PANJANG, METRO–Ketua TP-PKK Padangpanjang, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP memaparkan bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) saat menjadi keynote speaker pada webinar bersama Universitas Muhammad Natsir (UM Natsir) Bukittinggi via Zoom Meeting, Sabtu (19/2).

Webinar dengan tema “Bentengi Diri dari Penyimpangan Seksual” itu, juga menghadirkan keynote speaker seperti Rektor UM Natsir, Afridian Wirahadi Ahmad, SE, MSC, AK, CA, BKP, AAP-B dan Wali Kota Padang, Hendri Septa, B.­Bus (Acc), M.I.B.

Dikatakan Dokter Dian, penyimpangan seksual sa­ngat bertentangan dengan banyak hal, seperti norma agama. Pada agama Islam, LGBT ini sangat bertenta­ngan dan termasuk haram. Tidak sesuai dengan ajaran Al Qur’an dan Hadist. LGBT ini sudah melawan kodrat yang diciptakan Allah SWT.

“Banyak bahaya maupun risiko dari LGBT ini. Baik itu dari risiko agama, kesehatan, psikologis, ke­sehatan, keamanan dan sosial. Sudah banyak ke­lompok yang merasa diru­gikan dengan adanya LGBT ini. Banyak cara mereka untuk menormalkan hal terlarang ini,” ujar Dian.

Dikatakannya, tidak ha­nya mengadakan kampa­nye oleh gerakan LGBT dengan menyadarkan pa­ra pelaku bahwa perilaku yang dilakukan adalah perbuatan yang normal, namun juga sudah membuat komunitas-komunitas me­lalui media sosial. Dan juga memasukkan unsur-unsur LGBT ini pada komik, lagu anak-anak dan juga film.

Pada risiko kesehatan dan keamanan,

Dian menyampaikan 78 persen pelaku homoseksual menderita penyakit me­nular seperti herpes dan sifilis, serta masik banyak lagi. Juga ditemukan ke­lompok berisiko HIV/AIDS pa­ling tinggi adalah laki-laki pe­nyuka sesama jenis dan wa­ria yaitu sekitar 12,9 persen.

“Selain itu, dampak biologis juga terganggu de­ngan LGBT ini, mereka cenderung lebih depresi. Bu­nuh diri merupakan pe­nyebab kematian kedua tertinggi, pada 2010 kaum LGBT yang mencoba bu­nuh diri itu sangat tinggi, sekitar 24 persen,” ungkapnya.

Dian mengapresiasi UM Natsir yang sudah melakukan webinar pencegahan penyimpangan seksual ini.  “Semua yang mengikuti webinar ini bisa mendengarkan informasi yang diberikan narasumber. Ini banyak sekali manfaatnya. Kita juga mende­ngarkan bagaimana pen­dapat dari korban LGBT ini, serta menambah ilmu kita juga,” tutupnya.(rmd)