METRO SUMBAR

Mahyeldi Buka Muswil JSIT Sumbar, Tantang Lahirkan Calon Pimpinan Bangsa

0
×

Mahyeldi Buka Muswil JSIT Sumbar, Tantang Lahirkan Calon Pimpinan Bangsa

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Buya Mahyeldi

PAYAKUMBUH, METRO–Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia, khususnya JSIT Wilayah Sumbar, mendapat tantangan dari Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi untuk bisa melahirkan calon para pemimpin bangsa ini pada era Indonesia Emas tahun 2045 mendatang.

Tantangan itu di­sam­pai­kan gubernur pada saat mem­buka Musyawarah Wi­layah (Muswil) JSIT Su­ma­­tera Barat, di Aula SMKN 2 Payakumbuh, Ming­g­u (20/2).

Menurut gubernur, kehadiran JSIT sangat relevan dalam upaya mendukung falsafah Minangkabau Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dari sisi pendidikan, khususnya dalam pe­ng­integrasian imtaq dan iptek. Dengan harapan akan melahirkan generasi masa depan yang memiliki kemampuan komprehensif, intelek sekaligus religius. ”Konsep pendidikan seperti ini sangat dibutuhkan pada saat seka­rang, untuk menjawab berbagai tantangan kemajuan, sekaligus proteksi dari pengaruh negatif yang berpotensi merusak akhlak generasi muda,” ujar gubernur.

Buya Mahyeldi berha­rap melalui Muswil JSIT, cita-cita untuk menjadikan siswa siswi memiliki kemampuan spiritual yang lebih baik di masa mendatang bisa diwujudkan. Apa­lagi, menurut gubernur, Indonesia memiliki SDM unggul diberbagai bidang, namun kurang terfasilitasi dengan baik.

Ketua Umum JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Wilayah, Askari Chalil, dan segenap Pengurus Wi­la­yah JSIT Indonesia Wi­layah Sumbar, da­lam sambutannya menyatakan komitmen JSIT untuk se­nan­tiasa dapat memberikan dampak positif dimana­pun JSIT berada.  ”Tan­­tangan pendidikan saat ini memang tidak mu­dah, namun kita optimis, dengan sinergi dengan berbagai pihak, kita sambut dan jawab tantangan tersebut dengan senantiasa melakukan inovasi positif, jadikan semua sebagai pemacu untuk me­ngem­bangkan diri, dan me­wujudkan tujuan pendidikan nasional,” ungkap Fahmi. (fan)