METRO PADANG

Mengutip Sumbangan terhadap Wali Murid Siswa, Irwan Basir: Komite harus Perhatikan Kondisi Ekonomi Masyarakat

1
×

Mengutip Sumbangan terhadap Wali Murid Siswa, Irwan Basir: Komite harus Perhatikan Kondisi Ekonomi Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Irwan Basir Ketua DPD LPM Kota Padang,

KURANJI, METRO–Ketua DPD LPM Kota Padang Irwan Basir Dt Rj Alam SH MM mengatakan, pengurus komite sekolah dalam me­mungut sumbangan terhadap orang tua siswa agar memperhatikan kondisi ekonomi kekinian ma­sya­rakat. Idealnya, sekolah bersama komite harus me­miliki sense of crisis atau rasa kepekaan sosial di tengah pusaran badai pan­demi Covid-19 ini.

“Sebagaimana dike­ta­hui, setiap memasuki tahun ajaran baru, biasanya ba­nyak sekolah melalui ko­mite memungut sumba­ngan kepada siswa dalam bentuk sumbangan komite sekolah,” ujar Irwan Basir, Sabtu (19/2).

Dikatakan Irwan, sum­bangan ini nantinya digu­nakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dan melengkapi sarana belajar siswa yang lebih memadai serta untuk me­nambah kenyamanan bagi siswa dalam belajar.

Meski sekolah sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa dana Bantuan Operasional Se­kolah (BOS), namun bagi beberapa sekolah bantuan itu belumlah memadai dan ini sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing. Untuk itu pihak sekolah masih membutuhkan dana dalam bentuk sumbangan lain yang salah satunya sumbangan komite ini yang dipungut melalui orang tua siswa di sekolah. Dan itu melalui musya­warah antara pihak seko­lah dan wali murid.

Menyikapi hal ini, Irwan mengungkapkan, sumba­ngan yang dipungut komite sekolah itu sah-sah saja sepanjang tidak membe­rat­kan masyarakat selaku orang tua wali murid. Dan tentu saja sudah melalui kesepakatan mu­syawarah antara pihak sekolah de­ngan wali murid.

“Jadi sepanjang sum­bangan itu tidak membe­bani wali murid dan sudah menjadi kesepakatan se­cara bersama-sama hal itu sah-sah saja. Dan yang tidak boleh itu adalah ada kesan pemaksaan kehen­dak. Apalagi disangkutkan dengan proses belajar sis­wa. Itu jelas tidak boleh,” ucap Irwan Basir saat di­min­tai tanggapannya me­ngenai beragamnya pu­ngutan sumbangan di se­tiap sekolah.

Baca Juga  Bersama Perangi Covid-19, Bank Nagari Bantu Pemprov Sumbar Rp. 400 Juta

Irwan menjelaskan, se­lama sumbangan wali murid yang dipungut komite  itu peruntukkannya jelas, dia  setuju saja. Ini me­rupakan salah satu bentuk partisipasi orang tua terha­dap sarana pendidikan anaknya.

“Sumbangan komite itu merupakan salah satu ben­tuk partisipasi dari orang tua wali murid terhadap sekolah. Jadi ada rasa saling memiliki bersama terhadap se­kolah. Jika gedung sekolahnya bagus dengan fasilitas yang memadai, yang diuntungkan adalah anaknya sendiri. Belajar pun jadi nyaman,” ujar Irwan.

“Apalagi kebutuhan di setiap sekolah itu berbeda-beda sesuai dengan kondisi sekolahnya. Kemudian latar belakang ekonomi orang tua murid pun juga berbeda-beda. Misalnya, sekolah di perkotaan, kebutuhannya mungkin berbeda dengan sekolah yang ada di pinggiran Kota. Ma­ta pencaharian orang tua murid pun berbeda-beda. Di perkotaan kebanyakan berdagang atau kerja kantoran. Di pinggiran kota rata-rata bertani atau buruh harian. Jika profesi berbeda tentu berbeda pula dengan penghasilannya. Untuk itu pihak sekolah atau komite dalam memungut sumbangan harus arif memperhatikan faktor-faktor ini,” ujar pria yang juga tokoh adat ini.

Di samping itu, Irwan mengingatkan, pihak se­kolah akan kondisi masya­rakat terkini. Semenjak pandemi Covid-19 melanda negara ini dampaknya sangat terasa sekali terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

Baca Juga  Jumat Berkah di Indarung, Andre Rosiade Didoakan jadi Pemimpin Sumbar

“Di satu sisi masya­rakat juga membutuhkan pendidikan untuk anaknya. Di sisi lain, mereka juga butuh makan. Apalagi masa pandemi pengeluaran yang tak mesti ada, terpaksa diadakan. Contohnya membelikan HP  anak untuk belajar daring dan pulsanya. Ini kan kebutuhan yang terpaksa diadakan karena tuntutan dari belajar daring dari rumah ditambah lagi beli paket datanya,” jelas Owner Padang Fhising Club (PFC) ini.

Untuk itu  Irwan  me­ngimbau, kepada seluruh sekolah yang ada di Kota Padang yang memungut sumbangan melalui komite  agar memperhatikan kondisi ekonomi orang tua siswanya supaya tidak me­nambah beban mereka. Jangan ditambah lagi beban masyarakat  yang su­dah susah akibat dampak pandemi Covid-19 ini.

“ Kalau memang sumbangan komite itu tujuannya untuk peningkatan mu­tu belajar anak, silahkan saja. Tapi, jangan orang tua wali murid merasa terbebani. Apalagi disangkut pautkan dengan proses belajar anak di sekolah. Itu saja himbauan dan harapan saya kepada pihak sekolah. Mari kita sama-sama memahami kondisi ini,” ucap Irwan.

Selain iru, komite jangan diperalat pihak se­kolah dalam memungut sumbangan. Atau jangan komite hanya jadi perpanjangan tangan sekolah memungut sumbangan. Idealnya, komite memilki analisa  sosial ekonomi tehadap lingkungan sekolah terutama terhadap orang tua siswa.

“Apalagi, sumbangan tersebut sampai dikait-kaitkan dengan ijazah (STTB) siswa yang telah tamat belum juga diserahkan,”  ujar Irwan. (boy)