PARIWARA

Tuntaskan Agenda Reses, Suwirpen Pastikan Perjuangkan Aspirasi Warga Kota Padang 

0
×

Tuntaskan Agenda Reses, Suwirpen Pastikan Perjuangkan Aspirasi Warga Kota Padang 

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib memberikan arahan kepada mayarakat agar menyampaikan apa saja yang menjadi aspirasi mereka untuk dijadikan sebagai agenda pembangunan kedepan.

Wakil Ketua DPRD Sum­bar Suwirpen Suib, telah me­nye­lesaikan agenda jemput aspi­rasi dibeberapa titik daerah di Kota Padang. Dari agenda tersebut, banyak keluhan mas­yarakat yang terhimpun, dian­tara­nya tentang Surat Eda­ran(SE) vaksinasi pelajar, sis­tem zonasi dan bantuan pe­merintah yang tidak tepat sa­saran.

Pada kunjungan  jemput Kelurahan Bandar Buat, Keca­matan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (17/2/2022) malam. Suwirpen didampingi Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel. Kepada dua dewan dari Fraksi Demokrat ini, masyarakat mengadukan sya­rat vaksinasi yang menghambat anak-anak mereka untuk be­lajar tatap muka di sekolah.

“Bagaimana anak kami pak, karena vaksin, jadi tidak bisa belajar di sekolah,” ujar Yen, salah satu masyarakat Kelu­rahan Bandar Buat menyam­pai­kan keluhannya.

Pada kesempatan itu Surya Jufri Bitel menegaskan, masalah vaksinasi yang membuat dilema para orang tua tersebut mesti dicarikan jalan keluar yang terbaik, tanpa merugikan sia­pa­pun.

Selain soal SE, masyarakat juga mengeluhkan masalah Zonasi yang kerap menyulitkan anak-anak setempat untuk melanjutkan pendidikan ke sekolah yang lebih tinggi. Mereka menyesalkan, masalah ini terus berlarut, bahkan terjadi hampir tiap tahun ajaran baru.

Menyikapi persoalan zona­si ini, Wakil Ketua DPRD Sum­bar, Suwirpen menekankan, ke­bi­jakan aturan  tak boleh me­ru­gikan para generasi muda. Ingat dia, jika aturan yang ada menimbulkan persoalan di lapangan, tentunya harus segera dicarikan solusi.

“Jangan hanya karena ribet karena zonasi, anak-anak kita terlantar. Banyak diantara mereka yang terpaksa masuk sekolah swasta, sementara orang tuanya tidak sanggup secara finansial,” tegas Suwir­pen.

Untuk diketahui, pelak­sa­naan penjaringan aspirasi ter­sebut dilaksanakan pada Masjid Al-Kautsar, pengurus pun juga memiliki keluhan yaitu perihal kotak amal yang sering dibobol maling, menyikapi itu

Suwirpen Suib menga­ta­kan, memang aksi maling kotak infak kerap melanda banyak masjid di Kota Padang.  Bahkan dewan dari Fraksi Demokrat ini juga mengakui, masjid dekat kediamannya pun juga pernah kemalingan kotak infak. “Di dekat rumah saya juga ada kasus seperti ini, kotak infak dimaling,” ungkap dia.

Belajar dari kejadian ini, Suwirpen menyarankan agar pengurus masjid melakukan pengawasan ekstra, selain memastikan CCTV berfungsi dengan baik, bisa juga memo­difi­kasi kotak infak ke bentuk yang lebih rumit untuk dibong­kar.

“Bisa kita buat agak tinggi, jadi maling membutuhkan waktu ekstra  dan ini bisa mencegah niat jahatnya.

Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sumbar Suwirpen Suib, melakukan kunjungan jemput aspirasi, Di Kelurahan Pam­pangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, Rabu (16/2).

Pada kunjungan tersebut terungkap, banyak masyarakat kurang mampu di Kelurahan Pampangan Nan XX tidak mendapatkan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Persoalan ini menjadi sorotan bagi saya, karena dikeluhkan oleh masyarakat. Banyak bantuan-bantuan yang tidak tepat sasaran, ke depan kita mendorong unsur terkait bisa memperbarui data Data Terpadu Kesejahteraan So­sial (DTKS),” katanya.

Dia mengatakan, DTKS harus seiring dengan kondisi waktu ke waktu, jika dulunya tergolong mampu sekarang bisa saja hidup dibawah garis kemiskinan. Jika tidak diper­ba­harui maka yang dapat bantuan itu itu saja, bahkan ada juga yang dahulu nya kurang mam­pu sekarang mampu, tentu itu harus dikeluarkan dari DTKS.

“ Banyak bantuan-bantuan tidak tepat sasaran sekarang. Tidak hanya PKH, namun juga bantuan pemerintah berbentuk sembako, bahkan akses per­mo­dalan pemulihan ekonomi ma­syarakat, “ katanya.

Dia berharap petugas pen­dataan DTKS benar-benar bekerja dengan objektif dan terjun langsung kelapangan, agar orang-orang yang masuk memang layak untuk menda­pat­kan program bantuan peme­rin­tah. Jangan ada pertim­bangan hanya untuk orang-orang ter­de­kat saja.

“ Kita mendorong seluruh unsur terkait untuk melakukan pengawasan berlapis agar pendataan dan penyaluran bantuan berjalan optimal, “ tegasnya. (*)