METRO SUMBAR

Orang Tua Meninggal Dunia, Pelantikan Walnag Simawang Tertunda

0
×

Orang Tua Meninggal Dunia, Pelantikan Walnag Simawang Tertunda

Sebarkan artikel ini
Pasca tidak ikut prosesi pelantikan secara bersama dengan 20 Wali Nagari Terpilih lainnya senin kemarin, Wali Nagari Simawang terpilih, Kecamatan Rambatan Firman dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (16/2) di Indo Jolito Batusangkar.

TANAHDATAR, METRO–Pasca tidak ikut prosesi pelantikan secara bersama dengan 20 Wali Nagari Terpilih lainnya senin kema­rin, Wali Nagari Simawang terpilih, Kecamatan Ramba­tan Firman dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra, Rabu (16/2) di Indo Jolito Batusangkar.

 “Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Da­erah, saya kembali menyampaikan ucapan dan ungkapan belasungkawa atas berpulangnya orang tua saudara Firman, semoga khusnul khatimah dan keluarga yang ditinggal ikhlas dan diberi ke­tabahan,” kata Eka selepas prosesi pelantikan.

 Bupati menambahkan, ia juga menyampaikan u­ca­pan selamat atas ama­nah menjadi Wali Nagari Simawang terpilih periode 2022 – 2028.

 “Seperti diketahui, ta­hapan Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) kali ini memakan waktu lebih kurang 2 tahun di karenakan pe­ngaruh Pandemi Covid-19, namun Alhamdulillah, hal itu berhasil dilalui dengan aman dan sukses,” kata­nya.

 Namun terlepas dari itu, kata Eka lagi, tentu dalam pesta demokrasi Pilwana kemarin, terjadi perbedaan pilihan dan pendapat yang mungkin saja menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.

 “Saya himbau seluruh pendukung para calon Wali Nagari kemarin yang bertarung untuk kembali bersatu dan mendukung Wali Nagari Terpilih, “Biduak lalu Kiambang Batawuik”, proses politik berakhir, maka proses administrasi dimulai,” sampainya.

 Dikatakan Eka, untuk mencapai himbauan itu tentunya butuh dukungan seluruh elemen masya­rakat di wilayah masing-masing.

 “Dukungan calon Wali Nagari yang belum terpi­lih, BPRN, KAN, Bundo Kan­duang, Ninik mamak, Pemuda dan perantau serta ma­syarakat sangat diha­rap­kan. Mari bersama kita ba­ngun nagari lebih baik lagi bersama-sama,” ujar Eka.

 Eka juga mengingatkan agar Wali Nagari untuk segera memahami tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi) dalam menjalankan roda Pemerintahan Nagari. “Pahami tupoksi, tentang kepegawaian, administrasi sampai keua­ngan. Saya tidak ingin ada Wali Nagari berurusan de­ngan hukum karena tidak paham atau mengerti,” pesannya.

 Terakhir ia juga berharap dukungan Ketua TP PKK Nagari terhadap kesuksesan pelaksanaan tugas Wali Nagari.

 “Setelah suami ibuk menjadi Wali Nagari, berarti dia tidak hanya milik ibuk saja, namun juga su­dah menjadi milik seluruh masyarakat di nagari, jadi sekiranya bapaknya sibuk dan banyak kegiatan, ibuk­nya ikhlas dan mendukung pelaksanaan tugasnya yang memang untuk membangun nagari,” tukas Eka. (ant)