BERITA UTAMA

Isak Tangis Antarkan Jenazah Tami ke Peristirahatan Terakhir

1
×

Isak Tangis Antarkan Jenazah Tami ke Peristirahatan Terakhir

Sebarkan artikel ini

Korban Lion Air Dimakamkan di Sago Halaban, Limapuluh Kota
LIMAPULUH KOTA, METRO – Setelah berhasil diidentifikasi Tim DVI Mabes Polri, Jenazah Tami Julian (25) yang merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, telah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, Sabtu (17/11) pukul 11.50 WIB.
Jenazah korban yang tercatat sebagai karyawan Telkomsel Bangka Belitung ini diterbangkan dari Jakarta dengan mengunakan maskapai Batik Air yang didampingi juga pihak keluarga. Setiba di BIM, jenazah korban kemudian diberangkatkan ke rumah duka di Kabuapaten Limapuluh Kota.
Korban diketahui berasal dari Jorong Aia Randah, Nagari Gaduik, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Jenazah Tami TIBA Sabtu (17/11) sekitar pukul 15.30 Wib tiba dirumah duka di Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota. Isak tangis kelurga, karib kerabat, handai taulan serta pelayat yang hadir tak terbendung.
Ramainya pelayat yang ikut mengiringi pemakaman Tami Julian ketempat peristirahatan terakhirnya tampak juga Wakil Bupati Lima Puluh Kota Ferizal Ridwan, Sekda Lima Puluh Kota Widya Putra, Presiden Direktur Telkomsel Wilayah Sumatera Erwin Tanjung.
Jenazah diberangkatkan dari Jakarta sekitar jam 10.00 wib pagi. Dan baru sampai di Kampung Sampai di rumah duka, jenazah Tami Julian langsung diserahkan pihak Lion Air Eko Purjianto kepada keluarga Tami Julian.
Eko Purjianto, dalam kesempatan itu menyampaikan duka yang mendalam. Dan pihak lion air akan bertanggung jawab terhadap segala kewajiban kewajibannya terhadap ahli waris.
“Saya mewakili Lion Air memohon maaf yang sebesar besarnya dan menyampaikan duka yang mendalam terhadap keluarga Tami dan kami juga akan bertanggung jawab sepenuhnya atas kewajiban kami kepada ahli waris Tami. Tentu ini menjadi duka kita bersama, kami juga mohon doa, semoga hal ini tidak terulang lagi,” pintanya saat menyampaikan ucapan duka.
Rasa duka juga disampaikan oleh pihak Telkomsel tempat Tami bekerja, hal ini lansung disampaikan oleh Presiden Wilayah Sumatra Erwin Tanjung yang juga kehilangan sosok Tami Julian.
“Kami juga menyampaikan duka yang mendalam terhadap keluarga dan kami juga sangat kehilangan sosok Tami, Dia anak yang sholeh, pekerja keras, tidak pernah mengeluh dalam tugas dan sangat mudah bergaul, kami semua sayang beliau, tapi Allah swt lebih sayang kepada beliau, semoga kita semua diberikan ketabahan dan semoga almarhum husnul khotimah,” sebutnya.
Tami Julian satu dari 189 penumpang pesawat Lion Air penerbangan Cingkareng menuju Pangkalpinang dengan nomor penerbangan JT 610 yang mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandara Udara Internasional Sukarno Hatta Pukul 06:20 Wib menuju Pangkalpinang. Setelah 13 menit mengudara pesawat jatuh di koordinat S 5’49.052” E 107’ 06.628” (sekitar Kerawang).
Anak tercinta Ir.Iriun panggilan Yun (57) dengan Aprilia panggilan Via (56) ini bekerja di perusahaan Telkomsel di Bangka Belitung. Tami Julian, teritung sudah hampir dua tahun bekerja di Perusahaan Telkomsel di Bangka Belitung.
Seyogyanya, Tami Julian pada Senin (29/10) kemarin itu, kembali masuk kerja setelah menyelesaikan tugas di Jakarta. Memang sebelum bertolak menuju tempat kerja di Bangka Belitung, Tami Julian tidak sempat pulang kerumah orangtuanya di Bengkulu, Propinsi Bengkulu.
Tami Julian bersama kedua orangtuanya dan dua orang kakaknya merantau ke-Bengkulu. Mengingat ibunya, Aprilia bekerja sebagai guru SMA di Bengkulu sedangkan ayahnya merupakan pensiunan Dinas Peternakan Bengkulu. Namun, kelurga besar kedua orangtuanya sama-sama dari Jorong Aia Randa, Nagari Balai Panjang.
Pihak keluarga Tami Julian dihadapan pelayat dirumah duka mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu proses mulai pencarian dan sampai pemakaman.
“Kami keluarga ikut mendampingi jenazah Tami dari Jakarta. Kami sangat bersyukur jenazah Tami sudah berhasil teridentifikasi. Nanti dibawa ke kanpung dan disalatkan. Setelah itu kita makamkan,” kata paman korban, Hengki Bocana.
Hengki menuturkan pihak keluarga mengucapkan terimakasih atas semua partisipasi semua pihak termasuk pihak maskapai Lion air yang telah menyediakan akomodasinya serta transportasi pemulangan jenazah. Bagitupun terhadap Telkomsel selaku perusahaan tempat Tami bekerja.
“Dari tempat almarhum saudara kami bekerja yang sudah membantu dari Jakarta sampai di Sumatera Barat. Kami mengucapkan terimakasih semua pihak,” ujarnya.
Menyikapi soal santunan, Hengki tidak begitu memikirkan karena hal tersebut tidak akan hilang sebab telah diatur undang-undang. Saat ini, katanya, pihak keluarga fokus untuk proses pemakaman.
“Sebenanrnya gini ya, Kalau santunan kan sudah diatur undang-undangnya baik itu dari Jasa Raharja maupun PM 77 tahun 2011. Nah itu kami sebenarnya fokus untuk melakukan ini dulu (pemakaman),” ungkapnya.
Selaku sebagai paman, Hengki mengenal sosok Tami sebagai anak yang baik. Tami juga dikenal sebagai karyawan yang tidak banyak tingkah dan dikenal akrab dengan rekan sesama kerja.
“Kami menang sangat kehilangan sosok Tami ini. Kami sangat berduka. Apalagi Tami ini anaknya sangat baik. Mungkin dari teman sekantornya bisa dilihat, orangnya tidak neko-neko orangnya,” pungkasnya. (us/rgr)