PAYAKUMBUH/50 KOTA

Pasaman-Limapuluh Kota bakal Terhubung via Gunuang Omeh

0
×

Pasaman-Limapuluh Kota bakal Terhubung via Gunuang Omeh

Sebarkan artikel ini
SILATURAHMI — Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Wakil Bupati Pasaman.

LIMAPULUH KOTA, METRO–Bak gayung bersambut, harapan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Pasaman membuka akses jalan langsung yang menghubungkan kedua daerah  mendapat duku­ngan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kemen LHK).  Sinyal itu terungkap melalui kedatangan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemen LHK Wiratno ke Istana Gubenur Sumatera Barat, di Padang Minggu (13/2) bertemu dengan  Gubernur Sumatera Barat, Mah­yeldi, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Wakil Bupati Pasaman Sabar AS.

Di pertemuan ini dimatangkan ihwal pengurusan izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), yang me­rupakan kewenangan Kemen LHK. IPPKH diperlukan mengingat sepanjang 5 kilometer dari total 15 kilometer jalan yang bakal menghubungkan Jorong Tanjuang Bungo, Ganggo Hilia, Bonjol-Pasaman de­ngan Jorong Puah Data, Koto Tinggi, Gunuang O­meh-Limapuluh Kota a­kan melewati kawasan konservasi, kawasan hutan lindung serta kawasan hutan produksi terbatas.

Sebelumnya perencanaan pembukaan ruas jalan baru antara Limapuluh Kota dan Pasaman disusun untuk mengembangkan kawasan pertumbuhan baru di kedua daerah serta membuka alternatif jalan baru me­ngakses Provinsi Riau. Ruas jalan baru ini akan berdampak kepada pe­ningkatan mobilitas orang, ba­rang dan jasa.

Baca Juga  Sentra Tenun Balai Panjang Bersiap-siap Dirikan Koperasi

Yang nantinya bakal ditandai dengan efisiennya hubungan antar wila­yah, pemanfataan sumber daya alam, kepariwisataan serta mendukung kebe­radaan Monumen Nasio­nal PDRI di Koto Tinggi, Limapuluh Kota. Puncak­nya di pertengahan Juli 2021, didukung Pemerintah Provinsi Sumbar, Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Bupati Pasaman Benny Utama meneken Nota Kesepahaman (Memorandum of Understan­ding/ MoU) untuk pembukaan ruas jalan baru yang menghubungkan secara langsung antar kedua da­erah.

Turut hadir dalam pertemuan antara Dirjen KSDAE dengan Pemprov Sumbar, Pemkab Limapuluh Kota dan Pasaman tersebut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Su­ma­tera Barat Yozarwardi, Dandim 0306/50 KOTA Letkol Inf Mochammad Deny Nurcahyono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Perumahan Rakyat dan Permukiman Kabupaten Lima Puluh Kota Yunire Yunirman dan Plt. Kepala Dinas PUPR Limapuluh Kota Rilza Hanif dan tamu undangan lainnya.

Baca Juga  20 Wirausahawan Baru Ikut Pelatihan, Lahirkan Pelaku Usaha Mandiri dan Berinovasi di Payakumbuh 

Dalam kesempatan i­tu, Bupati Safaruddin me­ngatakan bahwa pelaksanaan pembangunan jalan sebagai penghubung langsung antara Limapuluh Kota dan Pasaman tak bisa dilepaskan dari program prioritas daerah berupa peningkatan infrastruktur jalan.

 Karena hal ini bisa ber­dampak kepada semakin maksimalnya pe­ngelolaan potensi kedua daerah. Di sisi lain juga meningkatkan hubungan kerjasama antara Peme­rintah Kabupaten Limapuluh Kota dengan Pemerintah Kabupaten Pasaman di masa depan. Akses jalan baru yang selama ini diidamkan masyarakat kedua daerah tentunya akan meningkatkan pembangunan infrastruktur secara terpadu yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi serta peningkatan kualitas kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat Kecamatan Gunuang Omeh.

“Semoga dengan pe­laksanaan audiensi bersama antara Dirjen KSDAE, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dapat mempercepat keluarnya izin IPPKH,” harap Bupati Safaruddin. Terakhir Bupati menginstruksikan langsung kepada dinas terkait untuk menyiapkan dokumen pendukung agar tahapan-tahapan pembangunan jalan ini dapat direalisasikan secepatnya,” tutup Bupati Safaruddin. (uus)